Marc Marquez Pilihkan Jalan Berbeda untuk Anaknya Jauh dari MotoGP
Pebalap asal Spanyol, Marc Marquez, menegaskan bahwa ia tidak ingin anaknya mengikuti jejaknya di MotoGP. Ia lebih memilih agar sang anak menjelajahi cabang olahraga lain yang bisa memberikan pengalaman berbeda.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tak Berhasil Menang di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pandangan ini muncul dari refleksinya terhadap tekanan yang dialami keluarganya, terutama sang adik, Alex Marquez, yang sering dibandingkan dengan namanya sendiri.
Dalam wawancara dengan La Sexta, Marquez mengungkapkan kebimbangannya mengenai masa depan anaknya di dunia balap. "Saya tidak menginginkannya karena saya hanya berpikir kasihan dia," imbuhnya, merujuk pada perlunya menjaga anak dari tekanan publik.
Kekhawatiran Marquez berlanjut dengan pernyataan bahwa stigma ketenaran dapat berdampak negatif. "Orang-orang akan mengatakan bahwa dia adalah anaknya (Marquez)," lanjutnya, menyoroti risiko yang mungkin dialami anaknya jika terjun ke dunia yang sama.
Ia juga mengakui bahwa meskipun ada keuntungan finansial dalam karir balap, itu tidak sebanding dengan motivasi yang dibutuhkan. Marquez menegaskan, "Mungkin dia akan memiliki beberapa keuntungan, finansial dalam hal ini, tetapi kalau mereka tidak kekurangan apapun, mereka tidak punya rasa haus yang sama."
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Siapkan Kedatangan Kiper Baru Jelang Penutupan Bursa Transfer
Kehadiran prestasi lintas generasi dalam MotoGP bukanlah hal yang baru. Sebagai contoh, Kenny Roberts dan putranya, Kenny Roberts Jr., yang sama-sama sukses di kelas 500cc.
Kenny Roberts berhasil meraih tiga gelar dunia pada akhir 1970-an, diikuti dengan Kenny Roberts Jr. yang meraih gelar pada tahun 2000. Namun, Marquez tidak percaya bahwa legasi itu akan menguntungkan anaknya dalam hal karir.
"Tidak, tidak, tidak, tidak. Itu tidak mungkin. Sepak bola, raket, atau apapun," tegas Marquez ketika ditanya kemungkinan itu, menunjukkan keinginannya agar anaknya menjelajahi olahraga lainnya.
Budaya olahraga di Spanyol memberikan rasa cinta untuk olahraga seperti sepak bola dan tenis, hal ini sangat berpengaruh bagi Marquez. Ia adalah penggemar FC Barcelona dan mengidolakan Rafael Nadal.
Ketertarikan Marquez juga menyentuh cabang olahraga bulu tangkis. Dia pernah berlatih dengan Carolina Marin, juara dunia bulu tangkis, dan merasakan banyaknya pilihan yang ditawarkan.
"Kalian masih punya waktu untuk beralih ke olahraga lain," ungkap Marin di media sosial, menunjukkan dukungannya terhadap keputusan Marquez agar anaknya tidak terjun ke MotoGP.
Baca juga: Jonatan Christie Melaju ke 16 Besar Kejuaraan Dunia 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: