Otot yang tidak mendapat rangsangan dalam waktu lama dapat melemah, sebuah proses yang disebut atrofi otot. Hal ini bisa dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia atau kondisi fisik.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Program Berolahraga Praktis di Rumah
Menyadari dampak negatif dari ketidakaktifan fisik penting dalam menjaga massa dan kekuatan otot. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi penyebab dan konsekuensi dari atrofi otot.
Proses Terjadinya Atrofi Otot
Atrofi otot terjadi ketika otot tidak mendapatkan cukup stimulasi untuk mempertahankan massanya. Penyebabnya bisa sangat beragam, mulai dari penyakit, cedera, hingga gaya hidup yang tidak aktif.
Ketika otot tidak digunakan, tubuh akan mengurangi jumlah protein dan sel otot yang dibutuhkan untuk mempertahankan massa. Hasilnya adalah penurunan massa otot dan kekuatan secara bertahap.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur merupakan cara efektif untuk meningkatkan kesehatan otot dan mencegah atrofi. Sebaliknya, ketidakaktifan dalam jangka waktu lama dapat memperburuk kondisi otot.
Baca juga: Eliano Reijnders Bergabung dengan Persib Bandung pada Bursa Transfer Musim Panas
Faktor Penyebab Melemahnya Otot
Usia merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap melemahnya otot. Produksi hormon yang mendukung pertumbuhan otot cenderung menurun seiring bertambahnya usia.
Kondisi medis seperti stroke atau penyakit kronis juga dapat memengaruhi tingkat aktivitas seseorang. Otot yang kurang terlatih lebih rentan terhadap atrofi.
Gaya hidup sedentari, seperti kebiasaan terlalu lama duduk di depan komputer, menjadi faktor lain yang menyumbang melemahnya otot. Minimnya aktivitas fisik membuat otot tidak mendapatkan rangsangan yang diperlukan untuk tetap kuat.
Dampak Ketidakaktifan Terhadap Kesehatan
Dampak melemahnya otot tidak hanya terlihat dari penampilan fisik tetapi juga berpengaruh besar terhadap kesehatan secara keseluruhan. Ini dapat mengganggu daya tahan tubuh dan metabolisme.
Orang yang mengalami atrofi otot sering kali merasa cepat lelah dan berisiko tinggi terhadap cedera. Ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari dapat merusak kualitas hidup.
Oleh karena itu, sangat penting untuk mengintegrasikan aktivitas fisik dalam rutinitas harian. Meskipun hanya beberapa menit sehari, upaya ini bisa membantu menjaga kekuatan otot dan kesehatan jangka panjang.
Baca juga: Janice Tjen Mengakhiri Perjalanan di US Open 2025 setelah Kalah dari Emma Raducanu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: