Sanksi FIFA Menghantui Timnas Malaysia: Proses Banding Sedang Berlangsung
Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) kini berada dalam posisi sulit setelah FIFA menjatuhkan sanksi terhadapnya terkait dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi. Tujuh pemain dari Timnas Malaysia terpaksa mendapatkan larangan bermain selama 12 bulan bersamaan dengan denda sebesar 350.000 Swiss Franc atau sekitar Rp 7,3 miliar.
Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025
FAM tengah menunggu hasil banding untuk membatalkan keputusan tersebut dan berharap kasus ini dapat segera diselesaikan demi kelangsungan tim di pentas internasional.
FAM saat ini berhadapan dengan masalah serius setelah FIFA memberikan sanksi. Sanksi tersebut terkait dengan pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi beberapa pemain, termasuk Gabriel Felipe Arrocha dan Facundo Tomas Garces.
Ketujuh pemain yang terlibat kini harus menghadapi larangan bermain di semua level, yang berpotensi mengganggu persiapan tim negara. Selain larangan bermain, denda sebesar 350.000 Swiss Franc juga menjadi beban berat bagi asosiasi.
Dampak dari sanksi ini bisa berpengaruh pada partisipasi Malaysia dalam berbagai kegiatan internasional, termasuk turnamen mendatang yang sangat dinanti.
Baca juga: Drawing Liga Champions 2025-2026 Segera Digelar di Monako
Pasal 22 Kode Disiplin FIFA menjelaskan sanksi bagi pemalsuan dokumen dalam konteks sepak bola. Pelanggaran ini dapat mengakibatkan denda, larangan bermain, dan dampak luas bagi asosiasi.
"Siapa pun dalam kegiatan yang berhubungan dengan sepak bola, memalsukan dokumen, memalsukan dokumen asli, atau menggunakan dokumen palsu atau yang dipalsukan akan dikenakan sanksi denda dan larangan bermain minimal enam pertandingan atau untuk jangka waktu tertentu minimal 12 bulan," demikian kutipan penting dari pasal yang dilanggar.
Ketegangan meningkat seiring dengan sanksi ini, di mana FAM berusaha membuktikan bahwa mereka tidak bersalah.
Batas waktu bagi FAM untuk mengajukan banding terhadap keputusan FIFA adalah pada Senin, 6 Oktober 2025. Jika banding ditolak, opsi selanjutnya adalah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
FAM mengakui adanya kesalahan teknis dalam pengisian dokumen, namun mereka tetap bersikukuh bahwa semua pemain memiliki status yang sah. Hal ini menunjukkan tekad FAM untuk membela hak-haknya.
Dalam situasi ini, FAM menegaskan akan berupaya sebaik mungkin untuk mempertahankan posisi mereka dan memastikan masa depan tim tidak terganggu oleh masalah ini.
Baca juga: Zumba: Tren Olahraga yang Memadukan Hiburan dan Kebugaran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: