Portugal Juara Piala Dunia U-17 2025, Austria Tetap Mencuri Perhatian
Piala Dunia U-17 2025 berakhir dengan Portugal meraih gelar juara setelah mengalahkan Austria 1-0 di final yang digelar di Khalifa International Stadium.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Berdarah Campuran AS-Indonesia di MLS
Kemenangan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Portugal di level U-17, dipimpin oleh penampilan impresif Anisio Cabral.
Portugal menunjukkan dominasi luar biasa di final dengan menciptakan 10 percobaan dan menguasai 58 persen penguasaan bola. Meskipun kalah di pertandingan pembuka melawan Jepang, mereka menunjukkan ketahanan yang tak tergoyahkan.
Austria, yang tak terkalahan dalam tujuh pertandingan sebelumnya, menunjukkan kemampuan yang solid. Mereka mengancam gawang Portugal dengan lima percobaan tepat sasaran dari total delapan kali percobaan.
Gol pertama dan satu-satunya tercipta di menit ke-32 melalui aksi Anisio Cabral, yang dengan mudah menyontek bola dari umpan tarik Cunha.
Baca juga: Real Madrid Pertemukan Kembali Manchester City di Liga Champions Musim 2025/2026
Dengan gol tersebut, Cabral mengumpulkan total tujuh gol sepanjang turnamen, menjadikannya sebagai salah satu pemain yang paling menonjol di kompetisi. Portugal berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 hingga peluit akhir berbunyi.
Keberhasilan ini menciptakan momentum bersejarah bagi Portugal, yang meraih gelar juara dunia di level U-17 untuk pertama kalinya. Mereka berhasil menunjukkan kualitas permainan yang tinggi.
Sementara itu, Austria meski kalah, tetap mendapatkan pengakuan atas performa impresif mereka, dengan striker Johannes Moser meraih sepatu emas berkat delapan gol selama turnamen.
Di babak perebutan tempat ketiga, Italia berhasil mengalahkan Brasil lewat adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 0-0 dalam 90 menit. Italia menutup turnamen ini dengan optimisme tinggi.
Mulai tahun 2025, Piala Dunia U-17 akan diadakan setiap tahun di Qatar untuk empat edisi ke depan. Ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan popularitas sepak bola usia dini di kawasan tersebut.
Indonesia juga berpartisipasi, meskipun sayangnya tersingkir di fase grup setelah menempati posisi ketiga. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya perkembangan sepak bola di Indonesia.
Baca juga: Liverpool Raih Kemenangan Dramatis atas Newcastle di Premier League
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: