Inisiatif SEA Games Plus: Langkah Strategis Indonesia untuk Keterlibatan Global
Indonesia melangkah lebih jauh dengan menginisiasi SEA Games Plus yang dijadwalkan berlangsung di Filipina pada tahun 2028. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas partisipasi atlet dari negara-negara di luar ASEAN.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan bahwa negara-negara seperti Bhutan, Selandia Baru, Fiji, dan Australia telah diundang untuk berpartisipasi, menjadikan kompetisi ini lebih inklusif bagi 11 negara ASEAN.
Raja Sapta Oktohari menekankan pentingnya komunikasi dengan negara-negara lain untuk memperluas cakupan SEA Games. "Kami berkomunikasi dengan beberapa negara untuk menginisiasi SEA Games agar diperluas," ujarnya.
Dengan penambahan negara-negara dari Oseania dan Bhutan, ajang ini diharapkan menjadi lebih kompetitif. "Jadi, bukan hanya 11 negara, tapi akan ditambah oleh negara seperti dari Bhutan dan negara-negara dari Oceania," lanjut Okto.
Rencananya, SEA Games Plus pertama kali digelar di Filipina dan diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi atlet untuk berprestasi secara internasional.
Okto percaya bahwa perluasan ajang ini akan memberikan ruang bagi cabang olahraga Olimpiade untuk lebih disorot. "Ini akan menjadi ajang ukuran baru," tambahnya.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan
Dia juga menunjukkan bahwa selama ini SEA Games sering kali dipengaruhi oleh cabang olahraga unggulan dari negara tuan rumah, yang bisa memengaruhi objektivitas kompetisi.
"Karena kita lihat kemarin, baik itu di Thailand, di Kamboja, di Vietnam, atau di Indonesia, semua tuan rumah maunya jadi juara umum," ungkapnya.
Inisiatif ini diharapkan juga dapat mengoptimalkan penggunaan dana untuk multi-event dan memprioritaskan cabang-cabang yang lebih relevan dengan Olimpiade.
Melalui SEA Games Plus, diharapkan adanya peningkatan kualitas dan kuantitas kompetisi. "Ini akan jadi ajang yang menarik nantinya," kata Okto.
Dengan keterlibatan lebih banyak negara, diharapkan atlet Indonesia bisa bersaing di level yang lebih tinggi dan menyesuaikan diri dengan format kompetisi internasional.
Langkah ini juga mencerminkan komitmen Indonesia dalam meningkatkan prestasi olahraga di kawasan Asia Tenggara dan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: