BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:

KANAL

REGIONAL

Kategori Berita
Rabu, 14 JANUARI 2026 • 13:03 WIB

Perpisahan Real Madrid dengan Xabi Alonso: Ketidakcocokan yang Memicu Pemecatan

Perpisahan Real Madrid dengan Xabi Alonso: Ketidakcocokan yang Memicu PemecatanPerpisahan Real Madrid dengan Xabi Alonso: Ketidakcocokan yang Memicu Pemecatan

Real Madrid telah resmi memecat Xabi Alonso sebagai pelatih setelah kurang dari satu tahun menduduki jabatan tersebut. Keputusan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk ketidakcocokan dalam kebijakan transfer pemain.

Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Alonso tidak meminta klub untuk merekrut Franco Mastantuono, namun penguasaannya yang lemah di dalam ruang ganti ternyata menjadi faktor pemicu ketegangan di tim.

Alasan Pemecatan Alonso

Xabi Alonso dipecat oleh Real Madrid setelah menerima kontrak dua tahun pada musim panas lalu, hanya bertahan hingga Januari. Kekalahan dari Barcelona di Final Piala Super Spanyol menjadi hasil akhir yang mendorong manajemen Madrid untuk mengakhiri kerjasama.

Meskipun tim berhasil mencapai final, penampilan mereka dalam kompetisi tidak memuaskan. Bahkan, presiden klub, Florentino Perez, menilai penampilan tim dalam mengalahkan Atletico Madrid tidak layak, yang menunjukkan harapan lebih tinggi dari klub terhadap kinerja pelatih.

Alonso juga menghadapi masalah besar dengan beberapa pemain bintang di tim. Ketidakcocokan dalam visi manajerial dan kebijakan transfer menyebabkan suasana kerja yang kurang harmonis.

Baca juga: Transfer Alexander Isak ke Liverpool: Langkah Strategis The Reds

Kebijakan Transfer yang Kontroversial

Menurut laporan dari Marca, salah satu penyebab pemecatan Alonso adalah ketidakpuasan terkait kebijakan transfer. Alonso melayangkan permohonan untuk mendatangkan gelandang bertahan, Martin Zubimendi, dengan biaya klausul 60 juta euro dari Real Sociedad.

Presiden Perez memutuskan untuk tidak mematuhi permintaan tersebut dan memilih Franco Mastantuono dari River Plate dengan biaya yang hampir sama. Ini terjadi meskipun Real Madrid memiliki stok pemain yang cukup di posisi gelandang serang.

Mastantuono telah berpartisipasi dalam 17 pertandingan tetapi hanya mencetak satu gol dan satu assist, menunjukkan bahwa keputusan transfer tersebut tidak memberikan dampak positif yang diharapkan.

Konflik Lain di dalam Tim

Alonso juga mengalami kesulitan saat keinginannya untuk memperpanjang kontrak Luka Modric tidak dipenuhi oleh Perez. Modric dianggap krusial oleh Alonso, tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai figur panutan bagi generasi muda.

Walaupun Madrid memiliki Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga, keduanya bukanlah tipe gelandang bertahan yang diharapkan oleh Alonso. Hal ini memperlihatkan adanya kesenjangan yang jelas antara manajemen klub dan visi kepelatihan Alonso.

Situasi ini semakin menyulitkan Alonso dan akhirnya pemecatan dinilai sebagai langkah yang diambil manajemen untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada dalam tim.

Baca juga: Efek Positif Olahraga Terhadap Kualitas Tidur

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Perpisahan Real Madrid dengan Xabi Alonso: Ketidakcocokan yang Memicu Pemecatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!