BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:

KANAL

REGIONAL

Kategori Berita
Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 14:47 WIB

Akhir Proyek Super League: Kesepakatan Real Madrid dan UEFA

Akhir Proyek Super League: Kesepakatan Real Madrid dan UEFAAkhir Proyek Super League: Kesepakatan Real Madrid dan UEFA

Kesepakatan antara Real Madrid dan UEFA secara resmi menutup buku tentang proyek ambisius European Super League. Proyek yang terlebih dahulu mendapat banyak penolakan ini akhirnya harus berakhir demi kebaikan sepakbola Eropa.

Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025

Pernyataan resmi dari Real Madrid pada Rabu malam menyebutkan bahwa kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sepakbola klub-klub di Eropa. Dengan demikian, isu hukum yang berlarut-larut juga berakhir.

Kesepakatan yang Mengakhiri Proyek Super League

Real Madrid merilis pernyataan yang mengungkapkan, "UEFA, Klub-klub Sepakbola Eropa, dan Real Madrid CF mencapai kesepakatan demi kebaikan sepakbola klub Eropa." Kesepakatan ini merupakan hasil dari pembicaraan yang panjang dan kompleks.

Dalam rilisnya, Madrid juga menekankan, "Setelah berbulan-bulan pembicaraan yang dilakukan demi kepentingan terbaik sepakbola Eropa, UEFA, Klub-klub Sepak Bola Eropa (EFC), dan Real Madrid CF mengumumkan mereka telah mencapai kesepakatan prinsip demi kesejahteraan sepakbola klub Eropa, dengan menghormati prinsip prestasi olahraga, menekankan keberlanjutan jangka panjang klub, dan peningkatan pengalaman penonton melalui penggunaan teknologi."

Dengan disepakatinya prinsip-prinsip tersebut, sengketa hukum yang menyertai proyek Liga Super Eropa dinyatakan akan berakhir. Keputusan ini juga menyusul penilaian bahwa proyek tersebut dinilai sebagai ancaman bagi keberlangsungan kompetisi lain di Eropa.

Baca juga: Juventus Mengawali Musim Serie A 2025/2026 dengan Kemenangan atas Parma

Sejarah Proyek Super League

Super League pertama kali diumumkan pada tahun 2021 dengan melibatkan 12 klub elit Eropa, sebagai upaya untuk menciptakan kompetisi baru yang bersaing dengan Liga Champions. Klub-klub tersebut termasuk tiga dari LaLiga, enam dari Premier League, dan tiga dari Serie A.

Raksasa sepakbola yang terlibat di dalamnya adalah Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Chelsea, Liverpool, Manchester United, Manchester City, Tottenham Hotspur, Arsenal, AC Milan, Inter Milan, serta Juventus. Awalnya, proyek ini diharapkan bisa menghadirkan evolusi baru dalam dunia sepakbola.

Namun, respons negatif datang dari banyak pihak, baik itu federasi sepak bola, supporter, maupun legenda klub. Mereka merasa bahwa Super League akan merusak fondasi kompetisi dan persaingan yang sudah ada.

Mundurnya Klub-Klub Pendiri

Setelah mendapatkan tekanan besar dari berbagai kalangan, beberapa klub pendiri mulai mundur satu per satu dari proyek ini. Klub-klub asal Inggris menjadi yang pertama mengambil langkah mundur, diikuti oleh beberapa tim lainnya.

Akhirnya, hanya Real Madrid, Barcelona, dan Juventus yang tersisa setelah mundurnya hampir semua klub lainnya. Juventus mengumumkan bahwa mereka juga keluar dari proyek ini pada tahun 2023, dan disusul Barcelona pekan lalu.

Dengan kesepakatan teranyar ini, Real Madrid menjadi klub terakhir dari tiga pendiri yang mengumumkan keluar. Ini mencerminkan bahwa proyek Super League tidak mendapat dukungan luas dari komunitas sepakbola, menandai akhir ambisi yang awalnya terlihat menjanjikan.

Baca juga: Olahraga Ringan di Pagi Hari: Memulai Akhir Pekan dengan Energi Positif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Akhir Proyek Super League: Kesepakatan Real Madrid dan UEFA

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!