Kritikan Pedas Terhadap Gianluca Prestianni Usai Insiden Rasial di Laga Benfica vs Real Madrid
Gianluca Prestianni, pemain dari Benfica, mendapat sorotan tajam usai diduga melakukan penghinaan rasial terhadap Vinicius Junior saat pertandingan Liga Champions.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Siapkan Kedatangan Kiper Baru Jelang Penutupan Bursa Transfer
Insiden tersebut terjadi di Estadio da Luz saat Real Madrid mengalahkan Benfica, dan telah memicu reaksi keras dari berbagai legenda sepakbola.
Pertandingan yang diadakan pada 18 Februari 2026 menjadi titik fokus perhatian setelah terjadinya dugaan penghinaan rasial. Saat Vinicius merayakan golnya, Prestianni dituduh mengeluarkan kata-kata tidak pantas yang menyinggung ras kulitnya.
Reaksi dari berbagai mantan pemain dan komentator sepakbola segera muncul, menyerukan pentingnya komitmen untuk memerangi rasisme dalam lingkungan olahraga. Kejadian ini merupakan pengingat akan tantangan yang masih harus dihadapi dalam mewujudkan inklusivitas di dunia sepakbola.
Baca juga: Timnas Putri U16 Indonesia Siap Hadapi Semifinal Piala AFF 2025
Thierry Henry, yang dikenal sebagai salah satu legenda Arsenal, dengan tegas menyuarakan ketidakpuasannya terhadap sikap Prestianni. Ia mengatakan, 'Gianluca Prestianni, katakan apa yang kau katakan. Jadilah laki-laki. Mengapa kau menutupi mulutmu dengan bajumu? Apakah karena dingin?'
Selain Henry, Clarence Seedorf juga mengutuk tindakan tersebut dengan menyatakan, 'Tidak ada pembenaran untuk pelecehan rasis: tidak ada tempat untuk itu.' Pernyataan ini menunjukkan solidaritas terhadap korban rasisme di dunia sepakbola.
Wesley Sneijder, mantan bintang Inter Milan dan Ajax, turut memberikan kritik keras kepada Prestianni, menyebutnya sebagai pecundang. Ia menyoroti, 'Sungguh keterlaluan masih ada yang menyebut orang kulit hitam sebagai monyet,' yang menggarisbawahi pentingnya penghormatan dalam persaingan.
Sneijder juga menyoroti dampak dari komentar rasis terhadap rekan satu tim Prestianni yang berkulit hitam, dengan pertanyaannya, 'Apa yang mereka pikirkan?' menunjukkan bahwa tindakan rasisme tidak hanya berdampak pada individu tetapi juga tim secara keseluruhan.
Baca juga: Mengisi Akhir Pekan dengan Olahraga dan Perawatan Diri
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: