Kekecewaan Bojan Hodak Terhadap Sikap Suporter Persib Saat Pertandingan
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap perilaku sekelompok suporter yang mencoba memasuki lapangan pasca-pertandingan melawan Ratchaburi di AFC Champions League Two.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tak Berhasil Menang di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Meskipun mayoritas suporter memberikan dukungan positif, Hodak menekankan bahwa tindakan segelintir individu merusak atmosfer dan reputasi klub.
Setelah pertandingan leg kedua 16 besar AFC Champions League Two yang berakhir dengan kekalahan untuk Persib Bandung, Bojan Hodak berbicara kepada media tentang sikap suporter.
Ia menyatakan, "Mungkin di sini tadi ada sekitar 30 ribu suporter dan 29.900 dari mereka itu fantastis. Tidak mudah bermain di sini, jika kalian ingat laga melawan Bangkok United, di babak pertama kesulitan."
Hodak memperingatkan bahwa meskipun dukungan mayoritas suporter sangat baik, ada sekelompok kecil yang justru membawa pengaruh negatif.
Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025
"Tapi ada seratus orang yang merusak itu. Mereka datang untuk kepentingan pribadinya," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa tindakan tersebut dapat berakibat serius bagi klub, termasuk kemungkinan denda, dengan menyatakan, "Karena kami bisa saja didenda karena seratus orang atau bahkan itu kurang dari seratus orang. Mereka meneror semuanya."
Hodak berharap suporter Persib terus memberikan dukungan yang positif, tanpa tindakan yang merugikan.
"Saya bisa katakan 99 persen suporter fantastis dan bagi setiap lawan yang datang ke sini itu tidak akan mudah, itu keuntungan ketika kami bermain di kandang sendiri," ujarnya.
Dalam upaya menenangkan situasi, terlihat di media sosial bahwa Hodak bersama dengan para pemain lainnya meminta suporter untuk kembali ke tribune.
Baca juga: Real Madrid Pertemukan Kembali Manchester City di Liga Champions Musim 2025/2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: