PSG Memilih untuk Mengakhiri Sengketa Gaji dengan Kylian Mbappe
Paris Saint-Germain (PSG) telah memutuskan untuk tidak mengajukan banding terkait kewajiban pembayaran gaji kepada Kylian Mbappe, menutup babak sengketa yang telah berlalu selama ini.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tak Berhasil Menang di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kewajiban pembayaran ini terkait dengan utang gaji dan bonus yang terakumulasi sejak kehadiran Mbappe di PSG hingga tahun 2024.
Kylian Mbappe sebelumnya mengajukan gugatan terhadap PSG akibat klub yang tidak membayar gaji dan bonus total sebesar 55 juta Euro yang menjadi haknya. Junior ini menyusul dengan tuntutan yang meningkat menjadi 260 juta Euro akibat perkembangan terbaru dalam proses hukum tersebut.
Pengadilan Buruh Prancis telah memutuskan untuk mengabulkan sebagian tuntutan Mbappe, dengan perintah bagi PSG untuk membayarkan total 61 juta Euro. Keputusan ini mencakup gaji yang tidak terbayar selama tiga bulan, serta bonus etika dan bonus penandatanganan yang seharusnya diterima Mbappe berdasarkan kontrak kerjanya dengan klub.
Sengketa ini mencuatkan beberapa isu terkait keuangan PSG, yang secara gerak dan jelas mempengaruhi hubungan antara klub dan mantan pemain bintang mereka.
Baca juga: Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Setelah menerima putusan, PSG diberikan waktu satu bulan untuk mengajukan banding, tetapi klub memilih untuk tidak melanjutkan proses tersebut. Dalam pernyataan resmi, PSG menekankan, 'Dengan semangat tanggung jawab dan untuk mengakhiri secara definitif prosedur yang telah berlangsung terlalu lama, klub memilih untuk tidak memperpanjang perselisihan ini.'
Telah diungkapkan juga, bahwa PSG kini berkomitmen untuk fokus pada masa depan dan proyek olahraga yang lebih besar. Hal ini menunjukkan adanya upaya klub untuk memperbaiki citra dan beralih ke agenda baru setelah sengketa ini.
Pengacara PSG, Renaud Semerdjian, memberikan klarifikasi terkait klaim Mbappe, dengan menyatakan, 'Bertentangan dengan klaim palsu dari pemain dan rombongannya, klub telah memenuhi semua kewajiban, baik dalam publikasi putusan maupun dalam pembayaran penuh jumlah yang terutang.'
Kylian Mbappe kini resmi berlabuh ke Real Madrid sejak musim panas 2024, dan keputusan PSG untuk tidak melanjutkan banding memungkinkan kedua pihak untuk melanjutkan hidup tanpa ketegangan hukum yang lebih lanjut. Ini juga menjadi awal baru bagi Mbappe setelah hampir tujuh tahun berseragam PSG.
Kehadiran Mbappe di PSG membawa banyak momen bersejarah, dan kini dengan sengketa hukum yang telah berakhir, baik PSG maupun Mbappe dapat mengalihkan fokus mereka kepada tantangan baru yang ada di hadapan mereka.
Kedepannya, PSG akan berusaha memperkuat tim mereka dan memanfaatkan momentum ini untuk meraih kesuksesan di level yang lebih tinggi serta meningkatkan performa di dalam kompetisi domestik dan Eropa.
Baca juga: Persib Bandung Siapkan Pengumuman Transfer Thom Haye
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: