Isu Keamanan Mengancam Piala Dunia 2026 di Meksiko
Menjelang Piala Dunia 2026, Meksiko menghadapi tantangan serius terkait isu keamanan yang meluas di berbagai wilayah.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Taylor Fritz
Kurang dari empat bulan sebelum pergelaran, kekerasan telah terjadi di hampir 20 lokasi, termasuk Guadalajara yang merupakan kota tuan rumah.
Kekerasan di Meksiko meningkat setelah kematian El Mencho, pemimpin kartel Jalisco New Generation (CJNG), yang memicu reaksi dari anggota kartelnya.
Di berbagai kota, termasuk Guadalajara, terjadi kerusuhan di mana banyak kendaraan dibakar dan jalan ditutup, sementara suara tembakan menggema di tengah malam.
Situasi ini menjadi sorotan utama menjelang Piala Dunia, dengan kekhawatiran bahwa kondisi yang tidak aman ini dapat mengganggu perhelatan besar tersebut.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Aksi kekerasan juga berdampak pada pertandingan sepak bola domestik, termasuk derby Liga MX antara Guadalajara dan Klub Amerika yang terpaksa ditunda.
Liga MX dan sejumlah pertandingan divisi kedua mengalami gangguan akibat penutupan wilayah-wilayah yang dinyatakan berbahaya.
Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan dan keamanan lokasi-lokasi yang akan digunakan untuk Piala Dunia.
Pihak berwenang Meksiko berupaya menenangkan publik dengan menyatakan bahwa Piala Dunia tidak akan terancam, berkat langkah-langkah keamanan yang telah diimplementasikan.
Pengerahan tentara dan Garda Nasional di area-area berisiko menjadi salah satu strategi untuk memastikan keselamatan selama event internasional ini.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi isu keamanan yang sedang berkembang.
Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat untuk Petinju dalam Meningkatkan Performa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: