BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:

KANAL

REGIONAL

Kategori Berita
Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 14:35 WIB

Krisis Kepercayaan di Pelatnas Panjat Tebing Indonesia: Penonaktifan Pelatih Kepala

Krisis Kepercayaan di Pelatnas Panjat Tebing Indonesia: Penonaktifan Pelatih KepalaKrisis Kepercayaan di Pelatnas Panjat Tebing Indonesia: Penonaktifan Pelatih Kepala

Skandal terkait pelecehan seksual dan kekerasan fisik telah mengguncang pelatnas panjat tebing Indonesia pada akhir Februari 2026. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) merespons dengan menonaktifkan pelatih kepala, Hendra Basir, sementara penyelidikan berlangsung.

Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Keputusan ini diambil setelah delapan atlet melaporkan insiden tersebut kepada ketua FPTI, Yenny Wahid. FPTI berkomitmen untuk menjaga keamanan dan integritas lingkungan pelatnas selama proses pemeriksaan.

Tindakan FPTI dan Penonaktifan Hendra Basir

Pada tanggal 24 Februari 2026, FPTI menerbitkan Surat Keputusan Nomor 0209/SKP/PP.NAS/II/2026 yang menyatakan penonaktifan sementara Hendra Basir. Keputusan ini diambil untuk menjaga objektivitas dan independensi selama penyelidikan.

Dokumen tersebut menegaskan adanya dugaan tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan pelatnas. FPTI berkomitmen untuk memastikan keselamatan dan martabat semua atlet.

Surat keputusan ini menjadi langkah awal dalam proses yang kompleks untuk mengatasi masalah serius di dalam dunia olahraga panjat tebing di Indonesia.

Baca juga: Transfer Alexander Isak ke Liverpool: Langkah Strategis The Reds

Pengaduan Atlet dan Tanggapan FPTI

Kasus ini mulai terungkap setelah delapan atlet panjat tebing melaporkan pelecehan seksual kepada ketua FPTI, Yenny Wahid, pada 28 Januari 2026. Mereka menyatakan bahwa tindakan tersebut telah mengganggu situasi latihan dan menciptakan ketidakamanan.

FPTI menyatakan akan mengambil langkah-langkah tegas untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan. Mereka berusaha untuk menjaga kepercayaan publik dan pencinta olahraga panjat tebing di seluruh Indonesia.

Pengaduan ini menunjukkan bahwa isu kesehatan mental dan fisik para atlet sangat penting untuk diperhatikan demi kemajuan olahraga.

Dampak Kasus terhadap Citra Panjat Tebing Indonesia

Sementara kasus pelecehan ini terungkap, panjat tebing Indonesia baru saja mencapai prestasi besar, meraih medali emas di Olimpiade 2024. Kemenangan ini membawa kebanggaan dan menunjukkan potensi luar biasa atlet di pentas internasional.

Namun, skandal ini berpotensi merusak citra olahraga panjat tebing, yang dipersiapkan untuk bersinar di Olimpiade 2028 mendatang. Hendra Basir memiliki peran penting dalam kesuksesan tersebut, membuat isu ini semakin krusial.

Perhatian masyarakat dan penggemar olahraga terhadap situasi ini semakin meningkat, dan harapan terbentang agar FPTI dapat menyelesaikan masalah ini dengan baik demi masa depan olahraga di Indonesia.

Baca juga: Laga Uji Coba Timnas Indonesia vs Kuwait Dibatalkan, PSSI Berikan Penjelasan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Krisis Kepercayaan di Pelatnas Panjat Tebing Indonesia: Penonaktifan Pelatih Kepala

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!