BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:

KANAL

REGIONAL

Kategori Berita
Kamis, 05 MARET 2026 • 10:51 WIB

Tindak Lanjut Kasus Pelecehan dan Kekerasan Fisik dalam Panjat Tebing

Tindak Lanjut Kasus Pelecehan dan Kekerasan Fisik dalam Panjat TebingTindak Lanjut Kasus Pelecehan dan Kekerasan Fisik dalam Panjat Tebing

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid membagikan rincian serius mengenai laporan dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atletnya.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal Bagi Pemula

Informasi ini disampaikan dalam konferensi pers di Hotel Santika Harapan Indah, Bekasi, pada Rabu (4/3/2026).

Kronologi Kejadian

Pada 28 Januari, delapan atlet melaporkan kasus dugaan kekerasan seksual dan fisik yang menimpa mereka. Pertemuan ini bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam terkait pengalaman yang dialami oleh para atlet tersebut.

Seminggu setelah pertemuan pertama, FPTI mengumpulkan para atlet beserta tim pelatih, kecuali terduga pelaku, untuk mengevaluasi dan memahami lebih jauh permasalahan ini. Hasil dari pertemuan ini berdampak serius bagi pengurus federasi.

Beberapa hari setelahnya, federasi memutuskan untuk mengeluarkan SK nonaktif untuk pelatih kepala dan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk menangani kasus ini secara sistematis. Yenny menekankan bahwa menjaga martabat dan keamanan mental serta fisik komunitas panjat tebing adalah hal yang sangat penting.

Baca juga: Persib Bandung Siapkan Pengumuman Transfer Thom Haye

Langkah Lanjutan FPTI

Dalam upaya menindaklanjuti kasus ini, Yenny Wahid berkonsultasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, yang memberikan dukungan positif terhadap langkah-langkah yang diambil oleh FPTI. Dukungan hukum juga dijalin dengan organisasi seperti Peradi dan LBH APIK untuk memberikan pendampingan kepada atlet.

Tak hanya fokus di dalam negeri, Yenny juga menegaskan pentingnya berkonsultasi dengan Induk Federasi Internasional Panjat Tebing (IFSC), yang menegaskan bahwa segala bentuk pelanggaran, khususnya pelecehan seksual, tidak dapat diterima dalam olahraga.

FPTI berkomitmen untuk memanfaatkan momentum ini sebagai titik balik untuk melakukan pembenahan dalam organisasi. Aturan baru akan diterapkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pelatihan atlet.

Komitmen Terhadap Kesejahteraan Atlet

Yenny menjelaskan bahwa FPTI akan memperbaiki sistem whistleblower dan menerapkan protokol ketat dalam setiap aktivitas pelatihan untuk mencegah terulangnya pelecehan di masa depan. Kejelasan kode etik dan transparansi juga menjadi fokus dalam rencana pembenahan federasi.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi komunitas olahraga di Indonesia, untuk tidak lagi menoleransi pelecehan seksual dan kekerasan fisik.

Yenny juga mengapresiasi keberanian atlet yang melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian, menunjukkan komitmen federasi dalam menangani dugaan pelanggaran demi kesejahteraan atlet dan menjaga integritas olahraga.

Baca juga: Zumba: Tren Olahraga yang Memadukan Hiburan dan Kebugaran

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tindak Lanjut Kasus Pelecehan dan Kekerasan Fisik dalam Panjat Tebing

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!