Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara resmi melarang Indonesia untuk menyelenggarakan ajang olahraga internasional, termasuk Olimpiade, setelah Jakarta menolak visa untuk atlet Israel.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Keputusan ini diambil setelah Indonesia tidak memberikan visa kepada tim Israel yang diharapkan tampil di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.
Latar Belakang Penolakan Visa
Penolakan visa terhadap atlet Israel oleh Indonesia merupakan bentuk protes pemerintah terhadap serangan militer Israel ke Gaza. Meskipun alasan tersebut bersifat politis, dampaknya terasa pada penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional.
Pemerintah Indonesia melihat tindakan ini sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina. Namun, keputusan ini juga membawa konsekuensi bagi kerjasama internasional dalam dunia olahraga.
Salah satu atlet yang tidak dapat ikut serta adalah Artem Dolgopyat, juara dunia nomor lantai dan medali Olimpiade, yang seharusnya bertanding di Indonesia. Keadaan ini mencerminkan dampak nyata dari kebijakan penolakan visa tersebut.
Baca juga: Jonatan Christie Melaju ke 16 Besar Kejuaraan Dunia 2025
Reaksi IOC dan Tanggapan Federasi Senam Israel
IOC merilis pernyataan resmi yang menyatakan ketidakmampuan mereka untuk melanjutkan kerjasama dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC) hingga ada jaminan akses bagi atlet dari semua negara. Dalam pernyataan itu, IOC menekankan perlunya akses bebas bagi semua peserta kompetisi internasional ke negara tuan rumah.
Federasi Senam Israel (IGF) memberikan kritik tajam terhadap keputusan ini, menyebutnya sebagai preseden berbahaya. IGF juga menjelaskan bahwa mereka sebelumnya telah mendapatkan jaminan bahwa atlet Israel akan diizinkan untuk berkompetisi di kejuaraan tersebut.
Setelah larangan ini ditetapkan, IGF berusaha meminta bantuan dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk merevisi keputusan tersebut, namun permohonannya ditolak.
Implikasi Keputusan dan Tindakan Selanjutnya
Keputusan IOC ini berdampak pada pengajuan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2036 yang kini mengalami penundaan. Rencana untuk menyelenggarakan ajang olahraga dan konferensi lainnya juga terpaksa ditangguhkan sampai ada jaminan partisipasi dari semua negara.
Sebagai langkah lanjutan, IOC meminta NOC dan FIG untuk melakukan diskusi lebih lanjut di markas besar IOC di Lausanne, Swiss. Hal ini menandakan keseriusan IOC dalam menangani isu akses bagi atlet di kompetisi internasional.
Keputusan ini menjadi tantangan bagi Indonesia dalam berkontribusi di komunitas olahraga global, terutama dalam menghadapi harapan prinsip keterbukaan dan inklusivitas yang diusung oleh IOC serta federasi internasional lainnya.
Baca juga: Kekalahan Manchester City atas Tottenham: Awal Musim yang Buruk
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: