Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkapkan kritik tajam terhadap pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), menyebutnya sebagai masalah serius yang perlu ditangani.
Baca juga: Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Anwar menegaskan bahwa meskipun sanksi FIFA tidak dapat dianggap sepele, pemerintah tidak akan melakukan intervensi dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Johannesburg, Anwar menyampaikan, 'Ya, ini masalah besar. Pemerintah telah menyelidikinya dan tidak akan ada upaya untuk menutup kasus ini.' Ia menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dalam isu ini.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Anwar menambahkan, 'Saya memahami bahwa publik tidak sabar dan menginginkan tindakan segera... mereka bilang kami tidak bertindak, tetapi kami harus membiarkannya melalui proses normal.' Pernyataan ini menekankan pentingnya prosedur hukum.
Baca juga: Olahraga Ringan untuk Menjaga Kebugaran di Tengah Kesibukan Kerja
Sikap Pemerintah terhadap Intervensi Hukum
Sehubungan dengan sanksi FIFA yang dijatuhkan kepada FAM pada akhir September, Anwar menegaskan bahwa pemerintah tidak berniat ikut campur di dalam proses hukum ini. Ia menjelaskan, 'Kasus hukum ini harus berjalan secara normal agar tidak ada kesan bahwa pemerintah mengintervensi FAM.'
Walaupun demikian, Anwar mengungkapkan dorongan untuk mengusut masalah ini sampai tuntas. 'Yang terpenting, pemerintah mendesak agar hal ini diusut sampai tuntas dan tidak ada yang ditutupi,' tambahnya, menunjukkan komitmen untuk mengatasi masalah ini secara serius.
Harapan untuk Masa Depan Sepak Bola Malaysia
Di tengah kontroversi yang ada, Anwar juga mengungkapkan perhatian terhadap perkembangan sepak bola di Malaysia. Ia menekankan pentingnya pembinaan bibit muda dan pengembangan bakat lokal, dengan menyatakan, 'Idealnya kita perlu mengembangkan bakat lokal dan kami telah menyalurkan dana untuk tujuan ini.'
Lebih lanjut, Anwar juga menegaskan bahwa ia tidak menentang proses naturalisasi selama dijalankan sesuai prosedur yang benar. 'Saya juga seorang penggemar olahraga,' ungkapnya, menunjukkan kepedulian dan komitmennya terhadap kemajuan olahraga dalam negeri.
Baca juga: Timnas Putri U16 Indonesia Siap Hadapi Semifinal Piala AFF 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: