FIFA telah memulai penyelidikan terhadap Noor Azman Rahman, Sekretaris Jenderal FAM, terkait dugaan keterlibatan dalam penyalahgunaan dokumen yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi Malaysia.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tak Berhasil Menang di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Langkah ini diambil setelah FAM memberikan skorsing kepada Noor Azman sebagai respons terhadap sanksi FIFA yang dijatuhkan pada Oktober 2025.
Proses Penyelidikan oleh FIFA dan FAM
FAM mengkonfirmasi bahwa Noor Azman akan disidang di Komite Disiplin terkait dugaan ini. Datuk Mohd Yusoff Mahadi, Pelaksana Tugas Presiden FAM, menjelaskan bahwa, 'Kami akan membawa Noor Azman ke Komite Disiplin FAM mengikuti rekomendasi dari IIC dan kami juga telah menerima email dari FIFA yang memberitahukan bahwa mereka akan melakukan penyelidikan terhadapnya.'
Mahadi juga menyebutkan, 'Alasan FIFA adalah mereka ingin mengetahui peran Noor Azman, proses yang dilakukan, dan sejauh mana keterlibatannya dalam dokumen-dokumen yang dikirimkan.' Ini menunjukkan keseriusan FIFA dalam menangani pelanggaran dokumen di liga internasional.
Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025
Latar Belakang Skandal Naturalisasi
Skandal ini terungkap pada akhir September 2025 ketika FIFA mengecam pelanggaran FAM berkaitan dengan tujuh pemain naturalisasi. Pemain-pemain tersebut termasuk Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Investigasi FIFA menemukan bahwa nenek atau kakek dari pemain-pemain tersebut lahir di luar Malaysia, yaitu di Eropa dan Amerika Selatan. Temuan ini menjadi dasar hukuman yang dijatuhkan kepada FAM untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan naturalisasi pemain.
Sanksi dari FIFA dan Dampaknya
Akibat pelanggaran yang terjadi, FIFA mengenakan denda sebesar 350 ribu swiss franc, yang setara dengan sekitar Rp7,2 miliar, kepada FAM. Selain itu, setiap pemain yang terlibat juga didenda sebesar 2.000 swiss franc, yang berarti sekitar Rp41,4 juta, dan dilarang aktif di dunia sepak bola selama 12 bulan.
Saat ini, kasus ini sudah diambil alih oleh FAM dan dibawa ke Pengadilan Arbitrase (CAS) untuk penyelesaian yang lebih lanjut. Langkah ini mencerminkan inisiatif FAM untuk menangani permasalahan ini dan menjamin kepatuhan terhadap regulasi internasional yang berlaku.
Baca juga: Tips Pencegahan Cedera Saat Berolahraga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: