Berlari adalah salah satu cara yang sederhana dan efektif untuk meningkatkan kebugaran. Namun, banyak pemula seringkali merasa cepat lelah dan mengalami kesulitan bernapas saat mencoba olahraga ini.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tak Berhasil Menang di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Beberapa faktor dapat menyebabkan kondisi ini, mulai dari kebugaran fisik hingga teknik pernapasan yang diterapkan selama berlari.
Faktor Fisik yang Mempengaruhi Napas saat Berlari
Salah satu penyebab utama yang mengakibatkan pemula cepat kehabisan napas adalah kebugaran fisik yang belum memadai. Kondisi ini disebabkan oleh ketidaksiapan otot menghadapi aktivitas berat.
Kondisi jantung dan paru-paru yang belum terlatih juga berpengaruh. Ketika sistem kardiovaskular belum optimal, aliran oksigen ke otot saat berlari menjadi terhambat.
Berat badan juga mempengaruhi efisiensi pernapasan saat berlari. Semakin berat beban tubuh, semakin besar energi yang dibutuhkan, yang berakibat pada pemakaian napas yang lebih cepat.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Teknik Pernapasan yang Salah
Pola pernapasan yang tepat sangat penting saat berlari. Pemula kerap kali tidak sadar bahwa pernapasan yang teratur dan dalam dapat membantu meningkatkan kinerja.
Salah satu teknik yang disarankan adalah menarik napas melalui hidung dan mengeluarkannya lewat mulut. Teknik ini mampu mengatur aliran oksigen secara lebih efektif.
Sayangnya, banyak pemula yang terlalu cepat mengatur pola napas, sehingga mengalami pernapasan pendek. Kondisi ini justru membatasi jumlah oksigen yang masuk, mengakibatkan kelelahan lebih cepat.
Pengaruh Psikologi dan Mental
Aspek psikologis seperti stres dan kecemasan turut berkontribusi pada pola pernapasan saat berlari. Pemula mungkin merasa tertekan atau khawatir saat berlatih, yang menyebabkan pernapasan menjadi tidak teratur.
Rasa tidak percaya diri saat berlari di keramaian, misalnya di taman, juga sering mengganggu konsentrasi, sehingga fokus pada pernapasan bertambah terasa sulit.
Latihan mental seperti visualisasi kesuksesan dapat membantu memberi ketenangan dan fokus, yang sekaligus meningkatkan pengalaman berlari.
Baca juga: Juventus Mengawali Musim Serie A 2025/2026 dengan Kemenangan atas Parma
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: