PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengklarifikasi tudingan bahwa pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) menjadi penyebab banjir rob di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tak Berhasil Menang di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menegaskan bahwa banjir rob di Jakarta Utara telah terjadi jauh sebelum proyek stadion dimulai.
Pernyataan Jakpro Mengenai Banjir Rob
Iwan Takwin menyatakan, "Terkait rob di Jakarta Utara itu, rob kan sudah terjadi sebelum JIS dibangun," menanggapi kondisi yang dialami warga setempat.
Ia menjelaskan bahwa dalam perencanaan pembangunan JIS, antisipasi terhadap banjir rob dan banjir hujan sudah diperhitungkan dengan matang.
Kawasan stadion dilengkapi dengan ratusan sumur resapan yang bertujuan untuk meminimalkan aliran air keluar dari area tersebut.
"Dalam JIS itu ada ratusan sumur resapan dan sangat meminimalkan air keluar dari kawasan JIS," tambah Iwan.
Sesuai dengan Dokumen Lingkungan
Iwan mengonfirmasi bahwa proyek JIS telah dilakukan sesuai dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
"Sama sekali tidak," tegas Iwan saat merespons anggapan bahwa pembangunan JIS memperparah kondisi rob di sekitarnya.
Untuk menangani berkurangnya area resapan, pihaknya juga telah membangun kolam retensi di kawasan stadion.
"Retention kolam sudah kita bangun juga di sisi timur, dan luasnya sesuai hitungan analisanya," pungkasnya.
Tanggapan Warga Terhadap Keadaan Tersebut
Warga setempat mengeluhkan bahwa Jalan RE Martadinata semakin sering terendam banjir rob sejak pembangunan JIS dimulai pada tahun 2018.
Salah satu penjaga pintu perlintasan kereta api, Untung (36), mengatakan, "Dari 2018, semenjak ada pembangunan JIS aja," sembari menegaskan bahwa banjir rob kini terjadi secara rutin.
Sebelum pembangunan stadion, area sekitarnya merupakan kali dan rawa-rawa, yang memungkinkan air laut terserap baik.
Namun, kondisi ini berubah setelah pembangunan JIS, di mana daya serap air berkurang dan mempersulit jalur pembuangan alami.
Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: