Manchester United resmi memecat Ruben Amorim sebagai pelatih kepala pada 5 Januari 2026. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama setelah hasil imbang melawan Leeds United.
Baca juga: Putri Kusuma Wardani Sumbangkan Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025
Posisi tim yang berada di peringkat keenam Liga Premier serta insiden internal membuat manajemen klub mengambil langkah drastis ini. Mereka berharap perubahan ini akan menjadi awal baru bagi tim dalam mengarungi sisa musim.
Keputusan Mengejutkan Dari Manajemen
Setelah pertandingan melawan Leeds United berakhir dengan skor 1-1, manajemen Manchester United bertindak cepat dengan memecat Ruben Amorim. Dalam pernyataan resmi mereka, klub menegaskan bahwa 'ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan.'
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan situasi tim yang tidak stabil dan harapan untuk meningkatkan posisi di Liga Premier. Manajemen klub pun menyatakan, 'Klub ingin mengucapkan terima kasih kepada Ruben atas kontribusinya kepada klub dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya.'
Baca juga: Pentingnya Olahraga untuk Kesehatan Jantung
Insiden Internal dan Tantangan yang Dihadapi
Sebelum pemecatannya, Amorim terlibat dalam perselisihan dengan direktur sepak bola, Jason Wilcox, terkait strategi tim. Pertemuan tersebut berujung pada ketegangan, di mana Amorim dianggap menunjukkan sikap emosional yang berdampak pada keputusan manajemen.
Selain itu, Amorim merasa kurang mendapat dukungan dalam meningkatkan skuadnya menjelang bursa transfer musim dingin. Ia mengungkapkan, 'United membutuhkan satu atau dua pemain berpengalaman, terutama seorang striker dengan pengalaman di Liga Premier.'
Reaksi Amorim dan Harapan ke Depan
Setelah pemecatannya, Ruben Amorim mengungkapkan kekecewaannya terhadap kurangnya dukungan dari manajemen. Ia menyadari bahwa pemecatannya bukanlah kejutan, mengingat berbagai tantangan yang dihadapinya selama menjalani tugas.
Meski demikian, Amorim tetap optimis akan kemampuan Manchester United untuk kembali ke jalur kemenangan. Ia yakin bahwa timnya mampu berjuang demi posisi di zona Liga Champions meskipun catatan performanya mencatatkan 24 kemenangan dari 63 pertandingan.
Baca juga: Olahraga Ringan untuk Menjaga Kebugaran di Tengah Kesibukan Kerja
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: