Rabu, 07 JANUARI 2026 • 11:13 WIB

Penanganan Krisis di Manchester United: Pemecatan Ruben Amorim Pasca Kritik Terhadap Manajemen

Author

Penanganan Krisis di Manchester United: Pemecatan Ruben Amorim Pasca Kritik Terhadap Manajemen

Pemecatan pelatih Manchester United, Ruben Amorim, mencuat setelah kritik tajamnya terhadap manajemen klub dalam konferensi pers usai laga melawan Leeds United.

Baca juga: Transfer Alexander Isak ke Liverpool: Langkah Strategis The Reds

Keputusan tersebut diambil oleh Sir Jim Ratcliffe, pemilik saham minoritas klub, yang merasa ketidakpuasan Amorim harus ditangani segera.

Kritik Terhadap Struktur Klub

Dalam konferensi pers setelah pertandingan yang berakhir imbang 1-1, Amorim mengungkapkan keinginannya untuk menjadi manajer dengan kontrol lebih besar dalam pengelolaan tim.

Ia merasa bahwa sebagai pelatih kepala, posisinya terlalu dibatasi jika hanya berfokus pada taktik tanpa keterlibatan dalam manajemen lainnya.

Amorim menegaskan bahwa ada kebutuhan mendesak akan perubahan struktur manajerial di klub agar dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efektif.

Kritik ini mencerminkan keinginan untuk peningkatan dalam pengambilan keputusan terkait transfer pemain yang menurutnya sangat penting.

Pecatnya Ruben Amorim

Setelah lebih dari satu tahun menjabat, Manchester United resmi mengumumkan pemecatan Amorim sebagai pelatih.

Baca juga: Pentingnya Olahraga untuk Kesehatan Jantung

Dalam pernyataan resmi, klub mencatat penghargaan atas kontribusi Amorim selama masa tugasnya.

Sebagai langkah transisi, posisi pelatih kepala untuk sementara akan diisi oleh Darren Fletcher, yang diharapkan dapat menyiapkan tim menjelang pertandingan melawan Burnley dalam Liga Inggris.

Keputusan ini menunjukkan betapa seriusnya manajemen dalam menangani isu struktur manajerial yang diangkat oleh Amorim.

Kinerja Selama Menangani Manchester United

Ruben Amorim diangkat menjadi pelatih pada 11 November 2024 setelah menggantikan Erik ten Hag, dan di bawah kepemimpinannya, tim sempat mencapai final Liga Europa 2024/2025.

Namun, mereka terpaksa menelan kekalahan dari Tottenham Hotspur, yang tentunya mengecewakan banyak penggemar.

Selama musim 2024/2025, Manchester United bercokol di peringkat ke-15 klasemen akhir, hanya mendapatkan 42 poin dari 38 pertandingan.

Saat memasuki musim 2025/2026, bendera tim akhirnya dapat berkibar di peringkat keenam dengan 31 poin dari 20 pertandingan, meski situasi ini tidak cukup untuk menyelamatkan karir Amorim di klub.

Baca juga: Efek Positif Olahraga Terhadap Kualitas Tidur

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU