Kamis, 08 JANUARI 2026 • 13:04 WIB

PSSI Jatuhkan Hukuman Seumur Hidup untuk Pemain Liga 4 Akibat Tindakan Kekerasan

Author

PSSI Jatuhkan Hukuman Seumur Hidup untuk Pemain Liga 4 Akibat Tindakan Kekerasan

Dwi Pilihanto, seorang pemain dari KAFI Jogja, terpaksa menerima sanksi larangan bermain seumur hidup oleh PSSI setelah terlibat dalam aksi kekerasan di Liga 4. Insiden ini melibatkan tindakan brutal Dwi yang mengakibatkan cedera serius pada pemain lawannya, Amirul.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Taylor Fritz

Keputusan tersebut diambil setelah investigasi oleh Komite Disiplin PSSI, yang menilai tindakan Dwi mencederai prinsip fair play di dunia sepakbola. KAFI Jogja juga mengambil langkah tegas dengan memecat Dwi dari klub setelah putusan tersebut.

Rincian Insiden di Liga 4

Insiden itu terjadi pada pertandingan Liga 4 Daerah Istimewa Yogyakarta antara KAFI Jogja dan UAD FC pada 6 Januari 2026. Dalam momen perebutan bola, Dwi melakukan tindakan yang sangat kontroversial dengan menendang kepala lawan, Amirul, membuatnya terjatuh dan membutuhkan perawatan serius.

Meskipun Dwi awalnya hanya menerima kartu kuning, konsekuensi dari tindakan tersebut jauh lebih berat setelah diinvestigasi oleh Panitia Disiplin PSSI DIY. Kasus ini kembali mengangkat isu kekerasan yang mulai meresahkan dalam kompetisi sepakbola di level bawah.

Baca juga: Marc Marquez Mikirkan Gelar Juara Dunia MotoGP 2025

Sanksi Dari PSSI dan Tanggapan Klub

PSSI DIY menghukum Dwi dengan larangan bermain seumur hidup melalui keputusan resmi. Sanksi ini dijatuhkan berdasarkan pelanggaran Pasal 48 Jo. Pasal 49 Jo. Pasal 10 Jo. Pasal 19 dari Kode Disiplin PSSI 2025, menekankan bahwa kekerasan dalam sepakbola tidak bisa ditoleransi.

Menanggapi keputusan tersebut, KAFI Jogja segera memecat Dwi Pilihanto dari tim. Melalui surat pernyataan resmi, klub menyebutkan, "Tim KAFI menerima dengan baik seluruh putusan Komdis PSSI DIY," dan menekankan pelanggaran yang dilakukan oleh Dwi.

Dukungan untuk Korban dan Pentingnya Fair Play

KAFI Jogja memastikan untuk memberikan dukungan kepada Amirul, yang merupakan korban insiden ini, dan mendoakan agar ia segera pulih dari cedera. Penekanan pada pentingnya membangun budaya fair play menjadi fokus utama dalam pernyataan klub.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa tindakan kekerasan tidak memiliki tempat dalam olahraga. Keselamatan pemain harus senantiasa dijunjung tinggi demi menjaga integritas kompetisi yang berlangsung.

Baca juga: Efek Positif Olahraga Terhadap Kualitas Tidur

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU