Abu jenazah Martin Carreras Fernando, pelatih sepakbola wanita Valencia CF, bersama dua anaknya sudah dibawa ke Spanyol oleh istri dan anggota keluarganya.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tak Berhasil Menang di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Ketiganya merupakan korban dari tragedi tenggelamnya KM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur pada 26 Desember 2025.
Proses Pemulangan Jenazah
Jenazah Martin Carreras Fernando dan dua anaknya dikremasi di Bali sebelum abu mereka dibawa ke Spanyol. Abu tersebut disimpan selama beberapa hari untuk memberi waktu pada keluarga sebelum perjalanan.
Ketua DPC Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, menjelaskan bahwa istri Fernando, Andrea Ortuno, telah kembali ke Spanyol dengan membawa abu jenazah.
Sebagai bagian dari penghormatan, keluarga menggelar upacara tabur bunga di lokasi tenggelamnya kapal, sebelum memutuskan untuk memulangkan abu agar bisa berkumpul di tanah kelahiran.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Taylor Fritz
Operasi Pencarian Korban
Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah berlangsung selama 15 hari dan resmi ditutup pada 9 Januari 2026. Dalam proses ini, tim SAR berhasil menemukan jenazah Fernando dan dua anaknya, sementara seorang anak laki-lakinya dinyatakan hilang.
Budi menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak, termasuk Dubes Spanyol, yang telah memberikan dukungan maksimal dalam pencarian ini. Ia menambahkan, 'Pahit dan hati hancur atas tragedi ini'.
Meski pencarian telah ditutup, satu perwakilan keluarga masih bertahan di Bali dengan harapan anak Fernando yang hilang bisa ditemukan oleh masyarakat setempat.
Harapan Keluarga dan Penutupan Operasi
Keluarga korban menyadari bahwa operasi SAR harus ditutup setelah tiga kali masa pencarian diperpanjang. Namun, mereka tetap berharap ada kemungkinan untuk menemukan anak yang hilang.
Budi menjelaskan, 'Keluarga paham operasi SAR harus ditutup tetapi tetap menaruh harapan agar korban dapat ditemukan.' Di sisi lain, keluarga yang masih berada di Bali berharap bantuan dari nelayan atau kapal wisata yang mungkin bisa menemukan anaknya.
Baca juga: Tips Pencegahan Cedera Saat Berolahraga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: