John Herdman, pelatih baru Timnas Indonesia, mengungkapkan strategi kepemimpinannya yang menekankan pentingnya pemetaan menyeluruh tim. Dalam konferensi pers di Jakarta, ia menjelaskan bahwa fokus utamanya adalah pada proses dan bukan hanya hasil akhir.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Berdarah Campuran AS-Indonesia di MLS
Herdman percaya bahwa mendengarkan dan memahami kondisi internal tim menjadi langkah awal yang krusial untuk membangun fondasi yang kuat bagi masa depan Timnas Indonesia.
Pentingnya Assessment Menyeluruh
Di fase awal kepemimpinannya, John Herdman menekankan bahwa assessment menyeluruh terhadap kondisi Timnas Indonesia adalah langkah pertama yang harus diambil. Ia bertujuan untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai setiap pemain, staf, dan kultur sepak bola yang berlaku di Indonesia.
Herdman menyatakan, 'Langkah pertama saya adalah assessment. Langkah kedua, saya ingin benar-benar mendengar dari Timnas itu sendiri. Setelah itu barulah kami melakukan evaluasi dan menentukan arah ke depan.' Pernyataan ini menunjukkan keseriusannya dalam merencanakan dan melaksanakan strategi yang sistematis.
Selama proses ini, Herdman melakukan komunikasi dengan lebih dari 60 pemain, baik yang berkarier di dalam maupun luar negeri. Diskusi yang dilakukan diharapkan dapat memberi gambaran penuh tentang potensi Skuad Garuda dalam menghadapi berbagai agenda olahraga mendatang.
Baca juga: Emil Audero Berhasil Memimpin Cremonese Menang atas AC Milan
Tiga Pilar Filosofi Kepelatihan Herdman
John Herdman merumuskan filosofinya ke dalam tiga pilar utama yang terdiri dari mendengar, mengerti, dan aksi. Ia menjelaskan bahwa mendengar merupakan langkah krusial untuk membangun rasa saling percaya di antara anggota tim.
Herdman menekankan, 'Tanpa mendengar, kita tidak akan benar-benar memahami. Tanpa memahami, aksi tidak akan tepat sasaran.' Ini menunjukkan pentingnya komunikasi dalam menciptakan sinergi di dalam tim dan dalam mencapai tujuan bersama.
Melalui pendekatan ini, Herdman berharap dapat menyatukan visi di antara para pemain serta staf, sehingga strategi yang diterapkan dapat dilaksanakan secara efektif dan sesuai tujuan.
Kontrak dan Tanggung Jawab Herdman
Herdman resmi dikontrak selama dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun, dan ia tidak hanya bertanggung jawab atas Timnas senior tetapi juga Timnas U-23. Ini menunjukkan komitmennya dalam membangun kemampuan sepak bola Indonesia dari akar rumput.
Dalam acara perkenalan tersebut, Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan beberapa pejabat PSSI lainnya turut hadir. Herdman menilai pendekatan bertahap ini sebagai sinyal positif bagi pembangunan jangka panjang Timnas Indonesia.
Dengan rangkaian agenda padat yang dihadapi pada tahun 2026, termasuk FIFA Series dan Piala AFF, Herdman optimis bahwa metodologinya dapat memberikan dampak positif dan membawa Timnas Indonesia menuju arah yang lebih baik.
Baca juga: Kiper Timnas Emil Audero Memimpin Kemenangan Perdana Cremonese di Serie A
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: