Sabtu, 17 JANUARI 2026 • 12:10 WIB

Kepulangan Roger Federer ke Australian Open 2026: Emosi dan Kenangan

Author

Kepulangan Roger Federer ke Australian Open 2026: Emosi dan Kenangan

Roger Federer, pemain tennis legendaris asal Swiss, merasakan gelombang emosi menjelang kepulangannya ke Australian Open 2026. Dalam wawancara menjelang acara, Federer mengaku merasa gugup di hadapan ribuan penggemar saat upacara pembukaan.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tak Berhasil Menang di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Di usia 44 tahun, kesempatan ini bukan hanya menjadi momen kembalinya Federer, tetapi juga sebagai perpisahan kepada fans yang ingin mengucapkan selamat tinggal dalam acara yang penuh makna ini.

Momen Penting dalam Karir Roger Federer

Federer menyatakan, 'Saya sedikit gugup,' saat menyapa wartawan menjelang acara, menandakan betapa berartinya momen ini baginya. Selama bertahun-tahun, ia tidak melakukan konferensi pers sebelum pertandingan, menjadikan pengalaman kali ini sangat khusus.

Lebih jauh, Federer akan tampil bersama dengan mantan pemain peringkat satu dunia lainnya seperti Pat Rafter, Andre Agassi, dan Lleyton Hewitt. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu momen yang paling ditunggu oleh para penggemar tenis.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai penghormatan bagi Federer yang telah mengukir banyak prestasi dalam karirnya. Kehadirannya di Australian Open kali ini menjadi sorotan utama bagi media dan penggemar di seluruh dunia.

Baca juga: Eliano Reijnders Bergabung dengan Persib Bandung pada Bursa Transfer Musim Panas

Kembali ke Lapangan Besar

Acara pembukaan menjadi peluang bagi penggemar untuk mengucapkan terima kasih kepada Federer, yang tidak pernah mengadakan perpisahan resmi di Melbourne Park. 'Saya merasa senang bisa membuka perban dan tampil di lapangan besar seperti di Rod Laver Arena ini,' dikatakannya.

Federer menekankan betapa pentingnya untuk meninggalkan kenyamanan rumah dan hadir di lapangan. 'Saya keluar karena terlalu mudah dan nyaman untuk tinggal di rumah dan mengatakan saya tidak perlu melakukannya,' ungkapnya.

Bersama dengan Hewitt serta dua legenda lainya, Federer merasakan kebahagiaan tersendiri saat akan bergabung di panggung tersebut. 'Dia adalah salah satu pemain favorit saya... Berada bersama mereka akan membuat saya merasa lebih baik juga,' tuturnya.

Refleksi atas Karir yang Gemilang

Sebagai seorang ayah dengan empat anak, Federer tidak bisa tidak merenungkan perjalanan karirnya yang luar biasa. Momen-momen spesial di lapangan, seperti final Australian Open 2017 melawan Rafael Nadal, sangat membekas dalam ingatannya.

'Rasanya seperti mimpi... dan kemudian saya pikir berhasil ke final menjadikan itu salah satu final paling istimewa yang pernah saya alami,' ujar Federer saat mengenang kembali momen tersebut.

Dengan pengalaman dan pencapaian yang telah diraihnya, Federer merasa pensiun adalah pilihan tepat setelah melewati berbagai cedera. 'Saya benar-benar siap untuk pensiun, jadi ketika itu terjadi, itu melegakan,' tuturnya.

Baca juga: Juventus Mengawali Musim Serie A 2025/2026 dengan Kemenangan atas Parma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU