Pelatih baru timnas Indonesia, John Herdman, berbagi semangat besarnya untuk membangun tim yang ia sebut 'Garuda yang baru'. Dalam sebuah wawancara, Herdman menyoroti ambisi Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia 2030.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Setelah kegagalan di Piala Dunia 2026, ia berkomitmen untuk mendengarkan aspirasi pemain dan menggali pengalaman pahit mereka dalam kualifikasi. "Ada 280 juta orang yang berhak berada di level tertinggi sepak bola dunia," tegasnya.
Ambisi Besar di Tengah Tantangan
Sejak resmi menjabat pada 3 Januari lalu, John Herdman telah menetapkan visi jelas untuk timnas Indonesia. Pelatih berpengalaman ini tiba di Indonesia pada 10 Januari dan dikenalkan kepada publik beberapa hari kemudian.
Dengan pengalamannya melatih beberapa tim nasional, termasuk tim putri Selandia Baru dan Kanada, Herdman bertekad untuk mengangkat timnas ke level yang lebih tinggi. "Ini tanggung jawab besar. Saya senang melihat orang tumbuh dan siap naik ke level berikutnya," ujarnya.
Herdman berharap, warisan yang bisa ia tinggalkan adalah proses pengembangan kualitas para pemain yang mampu bersaing di panggung dunia.
Baca juga: Persib Bandung Siapkan Pengumuman Transfer Thom Haye
Mendengarkan Aspirasi Pemain
Herdman menekankan pentingnya mendengarkan cerita para pemain, terutama tentang pengalaman pahit mereka gagal di kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia percaya langkah pertama menuju kebangkitan adalah memahami perasaan dari pengalaman yang menyakitkan tersebut.
"Saya akan berusaha mendengarkan, memahami, dan mengambil tindakan agar Indonesia tidak mengulang cerita yang sama pada babak kualifikasi Piala Dunia 2030," ungkapnya.
Dengan semangat ini, Herdman yakin bahwa potensi besar yang dimiliki Indonesia memungkinkan tim ini untuk bermain di level tertinggi sepak bola dunia.
Membangun Harapan Baru untuk Sepak Bola Indonesia
Menjadi pelatih kelima timnas Indonesia, Herdman membawa harapan baru berkat pengalaman dari timnas menengah atas. Prestasi sebelumnya, seperti meloloskan timnas putra Kanada ke Piala Dunia 2022 setelah 36 tahun absen, menunjukkan kemampuannya dalam memimpin.
"Anda tahu ini adalah kesempatan besar bagi negara ini. Dan sebagai pemimpin, saya siap memikul beban itu," jelasnya.
Dengan tekad yang kuat, Herdman berharap Indonesia dapat terus berjuang dan menandai langkah awal yang penuh harapan untuk menjadi peserta Piala Dunia.
Baca juga: Janice Tjen Cetak Sejarah di US Open 2025 dengan Mengalahkan Veronika Kudermetova
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: