Selasa, 20 JANUARI 2026 • 20:05 WIB

Mengungkap Sejarah Unik di Balik Sistem Skor Tenis

Author

Mengungkap Sejarah Unik di Balik Sistem Skor Tenis

Dalam dunia tenis, cara penilaian menggunakan istilah yang berbeda dari olahraga lain bisa membuat banyak orang bertanya-tanya. Sistem skor ini didasarkan pada istilah unik seperti 'deuce' dan 'advantage', yang menyimpan cerita menarik di baliknya.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal Bagi Pemula

Meskipun tampak aneh, sistem skor yang tidak menggunakan angka biasa ini berasal dari sejarah panjang permainan yang dapat membawa kita pada pemahaman lebih dalam tentang sport ini. Mari kita telusuri asal-usul dan makna di balik sistem penilaian tenis.

Asal Usul Sistem Skor Tenis

Sistem skor tenis tercipta di Prancis pada abad ke-12, saat permainan ini pertama kali dimulai. Dalam adaptasi selanjutnya, istilah seperti 'love' untuk nol dan 'deuce' mulai muncul, merefleksikan tradisi yang tidak ditemukan dalam cabang olahraga lainnya.

Angka 15, 30, dan 40 pada skor tenis diambil dari metode permainan lama yang diubah menjadi sistem penilaian. Hal ini menunjukkan bahwa elemen skor tenis terikat erat dengan kebiasaan dan kultur masyarakat saat itu.

Baca juga: Janice Tjen Mengakhiri Perjalanan di US Open 2025 setelah Kalah dari Emma Raducanu

Makna di Balik Istilah dalam Skor Tenis

'Love' dalam konteks tenis sebenarnya berasal dari kata Prancis 'l'oeuf', yang berarti telur dan melambangkan angka nol. Penamaan ini menggambarkan kontribusi bahasa dan budaya terhadap terminologi yang digunakan dalam olahraga.

Istilah 'deuce' menggambarkan situasi di mana kedua pemain memiliki skor yang sama, yaitu 40. Kata ini berasal dari bahasa Prancis 'deux', yang berarti 'dua', yang menunjukkan perlunya dua poin tambahan untuk memenangkan permainan.

Mengapa Sistem Ini Masih Digunakan?

Sistem skor tenis yang terlihat aneh ini tetap dipertahankan karena menambah nuansa tradisional dan ciri khasnya. Mengubah sistem skor dapat mengacaukan aturan permainan dan hilangnya karakter tenis itu sendiri.

Banyak penggemar dan pemain juga merasa nyaman dengan istilah serta sistem yang telah ada selama ini. Oleh karena itu, meskipun zaman telah bertransformasi, kebiasaan lama ini tetap dipertahankan.

Baca juga: Kiper Timnas Emil Audero Memimpin Kemenangan Perdana Cremonese di Serie A

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU