Vinicius Junior menjadi sorotan utama dalam kemenangan Real Madrid melawan Benfica dengan skor 1-0 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Berdarah Campuran AS-Indonesia di MLS
Namun, pertandingan tersebut tidak lepas dari kontroversi, khususnya terkait dugaan rasisme yang dihadapi Vinicius selama laga berlangsung.
Kejadian Pertandingan Real Madrid vs Benfica
Pertandingan yang digelar di Stadion Da Luz berlangsung tegang, dengan Real Madrid berusaha menunjukkan dominasi mereka di Eropa. Vinicius berhasil mencetak gol pada menit ke-50, berawal dari serangan balik yang dimulai oleh Kylian Mbappe.
Setelah menerima umpan terobosan dari Mbappe, Vinicius melepaskan tendangan spektakuler dari sudut kotak penalti Benfica. Perayaan golnya yang diwarnai tarian di depan bendera sepak pojok mengundang perhatian, namun juga berujung pada kartu kuning dari wasit.
Momen ini bukan hanya soal gol, melainkan juga merupakan titik awal dari kontroversi yang melibatkan dugaan rasisme terhadap Vinicius di tengah laga.
Baca juga: Dominik Szoboszlai Menjadi Penentu Kemenangan Liverpool Melawan Arsenal
Dugaan Rasisme dalam Pertandingan
Berita mengenai rasisme selama pertandingan ini mencuat ketika beberapa media Eropa melaporkan bahwa Vinicius menerima pelecehan verbal. Ia dilaporkan diledek dengan sebutan 'monyet' oleh Gianluca Prestianni dari tim lawan.
Akibatnya, Vinicius merasa tidak terima dan sempat menolak untuk melanjutkan permainan. Pergolakan emosional ini menghentikan permainan sejenak, di mana situasi memanas sebelum akhirnya Vinicius memutuskan untuk kembali ke lapangan.
Kontroversi ini menjadi sorotan, mengingat masalah rasisme dalam sepak bola bukanlah hal baru. Sikap Vinicius dalam menyikapi situasi ini mengedepankan pentingnya perlindungan serta keadilan bagi pemain.
Pertandingan Lain: PSG Vs AS Monaco
Di pertandingan lainnya, PSG menghadapi AS Monaco dalam laga yang sangat dramatis, berakhir dengan kemenangan PSG 3-2. AS Monaco membuka skor lebih dulu melalui gol cepat Folarin Balogun pada detik ke-57.
Meski sempat tertinggal 2-0, PSG berhasil menyamakan kedudukan sebelum turun minum berkat gol dari Desire Doue. Tim Paris ini menunjukkan ketangguhan mereka dengan mencetak gol penentu melalui Doue di menit ke-67.
Hasil ini menambah keseruan babak 16 besar Liga Champions, di mana setiap pertandingan semakin menegangkan dan penuh kejutan.
Baca juga: Kekalahan Manchester City atas Tottenham: Awal Musim yang Buruk
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: