Di tengah bulan Ramadan, Lamine Yamal, pemain muda berbakat dari Barcelona, membagikan tips untuk tetap bugar saat berpuasa. Hidrasi dan pola makan yang tepat menjadi kunci penting agar performanya tetap maksimal di lapangan.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Taylor Fritz
Yamal menjelaskan bahwa Barcelona memiliki program khusus untuk mendukung pemain Muslimnya. Dengan pengalaman sebelumnya, ia merasa lebih siap menghadapi tantangan berpuasa sambil tetap berkompetisi.
Kebugaran dan Nutrisi Selama Ramadan
Selama bulan suci ini, banyak atlet profesional, termasuk Lamine Yamal, menjalani puasa. Ia menekankan pentingnya kebugaran dan nutrisi yang seimbang agar kemampuan bertanding tetap terjaga.
Barcelona mendukung pemain Muslimnya dengan program khusus yang disesuaikan untuk memastikan asupan nutrisi mereka tidak terganggu. Menu makan malam yang dirancang tim nutrisi diklaim sangat membantu untuk mendukung stamina pemain.
Para pemain seperti Ousmane Dembele, Franck Kessie, dan Ansu Fati juga terlibat dalam program ini. Mereka semua bekerja sama agar performa tetap optimal tanpa mengabaikan kewajiban beribadah.
Baca juga: Real Madrid Pertemukan Kembali Manchester City di Liga Champions Musim 2025/2026
Perencanaan Hidrasi yang Efektif
Hidrasi adalah faktor kunci bagi seorang atlet yang berpuasa. Lamine Yamal menekankan strateginya dalam memastikan kecukupan cairan sebelum dan sesudah latihan.
Yamal menyatakan, 'Saya bangun jam empat pagi, makan (sahur), pergi latihan, dan tidak melakukan hal lain. Saya minum elektrolit dalam bentuk pil guna mencegah rasa haus yang terasa sepanjang hari.' Hal ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian terhadap hidrasi.
Dengan perencanaan yang tepat, Yamal berharap bisa tampil optimal saat Barcelona melawan Levante yang dimulai pada pukul 16.15 waktu setempat.
Dampak Puasa Terhadap Performa Atlet
Puasa menjadi tantangan tersendiri bagi Lamine Yamal, sekaligus kesempatan untuk menguji limitasi diri sebagai atlet. Ia bertekad untuk menjaga pola makan dan hidrasi demi menunjang performanya.
Staf medis dan pelatih Barcelona berkomitmen memantau kondisi fisik pemain selama Ramadan. Mereka berupaya meminimalisir dampak negatif puasa terhadap kebugaran pemain.
Yamal, sebagai talenta muda yang menjanjikan, menunjukkan bahwa dengan perencanaan matang, puasa dan kualitas bermain di lapangan bisa berjalan beriringan. Ini adalah contoh nyata bagaimana dedikasi dapat membawa manfaat dalam olahraga.
Baca juga: Proses Naturalisasi Calon Pemain Timnas Indonesia Sudah Masuk ke DPR
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: