Gianni Infantino, Presiden FIFA, menegaskan bahwa Meksiko masih layak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 meskipun tantangan keamanan yang ada. Pernyataan ini disampaikan setelah peningkatan kekerasan terkait konflik antar kartel narkoba di negara tersebut.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal Bagi Pemula
Kematian pemimpin kartel, Nemesio 'El Mencho' Oseguera Cervantes, menambah keprihatinan tentang situasi keamanan, namun Infantino optimis semua akan berjalan baik. Ia menyatakan, 'Saya yakin semuanya masih stabil dan turnamen akan fantastis.'
Kondisi Keamanan di Meksiko
Setelah kematian 'El Mencho', konflik antar kartel narkoba semakin meluas, dan ini berimbas pada situasi keamanan di Meksiko. Pembakaran kendaraan dan kekacauan di berbagai kota meningkatkan kekhawatiran di masyarakat.
Guadalajara, salah satu kota yang akan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia 2026, merasakan langsung dampak dari situasi ini. Asap dan suara tembakan terdengar di berbagai wilayah, menimbulkan kecemasan di kalangan warga.
FIFA dan otoritas setempat berupaya menyusun langkah-langkah untuk memastikan keamanan selama Piala Dunia. Dengan waktu yang tersisa semakin sedikit, kerja sama ini menjadi sangat penting.
Baca juga: Miliano Jonathans Siap Bela Timnas Indonesia Setelah Proses Pemindahan Kewarganegaraan
Pernyataan Gianni Infantino
Dalam pernyataannya kepada AFP, Infantino menampilkan keyakinan bahwa meskipun ada tantangan, semua akan berjalan sesuai rencana. Ia mengatakan, 'Saya yakin semuanya masih stabil dan turnamen akan fantastis.'
Pernyataan optimis ini keluar hanya dua hari setelah serangan balasan oleh CJNG menyusul kematian pemimpin mereka. Dalam konteks ini, keyakinan Infantino menunjukkan kepercayaan FIFA terhadap potensi Meksiko.
Ia juga memberikan jaminan mengenai kesiapan Meksiko meskipun tantangan yang ada cukup besar. Sebagai presiden FIFA, dukungan dan jaminan dari kepemimpinan sangat penting untuk menenangkan pihak-pihak terkait.
Regulasi FIFA Terkait Status Tuan Rumah
Sebagai penyelenggara utama Piala Dunia, FIFA memiliki kuasa untuk mencabut status tuan rumah kota-kota yang dianggap tidak aman. Regulasi untuk Piala Dunia 2026 memberi FIFA kewenangan untuk membatalkan atau memindahkan pertandingan jika situasi dianggap membahayakan.
Jack Anderson, seorang Profesor Hukum Olahraga, menyatakan bahwa FIFA dapat mengambil langkah untuk mengakhiri kesepakatan dengan negara atau kota tuan rumah jika alasan pembatalan bisa dibenarkan. Hal ini menunjukkan bahwa FIFA mengutamakan keselamatan.
Meski demikian, kebijakan tersebut hanya akan berlaku dalam kondisi yang dianggap sangat berisiko. Adanya regulasi ini memberikan FIFA kekuatan untuk memastikan keselamatan semua pihak dalam acara besar seperti Piala Dunia.
Baca juga: Laga Uji Coba Timnas Indonesia vs Kuwait Dibatalkan, PSSI Berikan Penjelasan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: