Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, mendapatkan kritik tajam meski berhasil mencatatkan clean sheet dalam laga melawan PEC Zwolle yang berakhir imbang 0-0.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Berdarah Campuran AS-Indonesia di MLS
Kritik tersebut datang dari mantan pemain Ajax, Kenneth Perez, yang menilai ada beberapa kesalahan serius dalam penampilannya.
Analisis Pertandingan Ajax vs PEC Zwolle
Pertandingan antara Ajax dan PEC Zwolle berlangsung pada Minggu, 1 Maret 2026, dan Paes bermain selama 90 menit, berhasil mempertahankan gawangnya dari kebobolan.
Namun, momen kritis muncul saat Paes melakukan sapuan yang kurang tepat dan hampir memberikan peluang untuk striker Zwolle, Younes Namli.
Pada menit ke-65, sapuan yang tidak sempurna tersebut mengarah kepada Koen Kostons, beruntung Paes mampu bereaksi cepat dan menyelamatkan keadaan.
Baca juga: Eliano Reijnders Bergabung dengan Persib Bandung pada Bursa Transfer Musim Panas
Kritik Dari Kenneth Perez dan Marciano Vink
Kenneth Perez tidak ragu mengeluarkan kritik tajam terhadap kinerja Paes, mengatakan, 'Mereka punya pembuat masalah terbesar di gawang. Paes, dia memainkan umpan paling gila dan sangat lemah.'
Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran Perez tentang kemampuan Paes dalam melakukan operan akurat di klub besar seperti Ajax.
Selain itu, pandit ESPN Belanda, Marciano Vink, juga berbicara tentang latar belakang Paes sebagai kiper yang masih perlu beradaptasi, menyatakan, 'Dia adalah penjaga gawang yang tidak perlu membangun permainan sebelum bergabung dengan Ajax.'
Tanggapan Tim dan Harapan ke Depan
Meskipun mendapatkan kritik, ada harapan agar Paes dapat belajar dari pengalaman ini dan meningkatkan performanya di masa depan.
Ajax, yang memiliki sejarah yang kaya, mengharapkan kiper mereka mampu beradaptasi dengan tuntutan lebih tinggi di pentas sepak bola.
Kritik yang diberikan diharapkan menjadi pendorong bagi Paes untuk terus berupaya menjaga clean sheet dan menunjukkan kemampuannya di hadapan penggemar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: