Insiden Kontroversial di Laga Dewa United dan Bhayangkara FC: Post-Match Keributan Dipicu Tindakan Kasar
Pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Dewa United dan Bhayangkara FC di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4/2026) menyajikan momen mengejutkan yang tersebar luas di media sosial.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Dewa United berhasil meraih kemenangan 2-1, namun sorotan utama beralih pada kericuhan yang terjadi setelah peluit akhir berbunyi.
Pertandingan yang Memicu Kontroversi
Di laga tersebut, Dewa United berhasil menundukkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 berkat gol yang dicetak oleh Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis. Sementara itu, satu-satunya gol untuk tim Bhayangkara FC dicetak oleh Aqilah Lussnah.
Usai pertandingan, suasana yang awalnya meriah berubah tegang, ditandai dengan kericuhan di lapangan yang melibatkan pemain dari kedua tim.
Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025
Tendangan Kungfu yang Menghebohkan
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi kasar seorang pemain Bhayangkara FC yang melakukan tendangan kungfu kepada pemain Dewa United, tepatnya mengenai bagian leher. Tindakan ini tentu saja dianggap tidak dapat diterima dalam konteks olahraga.
Selain itu, terdapat dugaan bahwa pemain Bhayangkara FC lainnya, Fadly Alberto, juga terlibat dalam insiden tak terpuji yang sama setelahnya.
Reaksi Pelatih dan Pihak Terkait
Asisten pelatih Dewa United, Firman Utina, menyampaikan kekecewaannya melalui media sosial, menyoroti dugaan keterlibatan pelatih kiper Bhayangkara FC, Ferdiansyah, dalam insiden tersebut. "Kamu tuh pelatih, bukan preman. Makanya kursus jangan tidur, supaya belajar sama-sama," tulis Firman.
Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, juga memberikan pendapatnya mengenai insiden ini, dengan menekankan pentingnya menunjukkan contoh baik kepada pemain muda, yang menjadi harapan masa depan sepakbola Indonesia.
Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: