BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:

KANAL

REGIONAL

Kategori Berita
Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 17:39 WIB

Ancaman Sanksi untuk Sepak Bola Israel: Desakan Qatar dan Dukungan UEFA

Ancaman Sanksi untuk Sepak Bola Israel: Desakan Qatar dan Dukungan UEFAAncaman Sanksi untuk Sepak Bola Israel: Desakan Qatar dan Dukungan UEFA

Sepak bola Israel kini dalam tekanan setelah Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) menerima desakan untuk memberikan sanksi kepada timnas dan klub-klubnya.

Baca juga: Persib Bandung Resmi Rekrut Eliano Reijnders dari PEC Zwolle

Qatar, yang merupakan salah satu sponsor utama UEFA, sedang melobi agar pemungutan suara untuk sanksi segera dilaksanakan, terkait dengan isu kemanusiaan di Gaza.

Desakan Sanksi oleh Qatar dan Tokoh Olahraga

Desakan untuk memberi sanksi kepada Israel datang dari Qatar yang berusaha melobi Komite Eksekutif UEFA. Tindakan ini dipicu oleh bencana kemanusiaan yang terjadi di Gaza.

Mantan bintang Manchester United, Eric Cantona, turut menyerukan sanksi saat konser 'Together for Palestine' di Wembley Arena, dengan mengemukakan bahwa, "Empat hari setelah Rusia memulai perang di Ukraina, FIFA dan UEFA membekukan Rusia [dari kompetisi internasional]. Kini, sudah 716 hari lewat sejak Amnesty Internasional menyebut [situasi di Gaza sebagai] genosida."

Baca juga: Miliano Jonathans Siap Bela Timnas Indonesia Setelah Proses Pemindahan Kewarganegaraan

Proses Voting dan Dukungan Negara-Negara Anggota UEFA

Menurut The Times of Israel, voting terkait sanksi bagi klub dan timnas Israel kemungkinan besar akan dilaksanakan dalam minggu ini. Dilaporkan bahwa 20 negara anggota UEFA mendukung langkah untuk memberikan sanksi.

Sebaliknya, hanya dua hingga tiga negara yang menolak proposal sanksi, yakni Jerman dan Hungaria. Saat ini, Federasi Sepak Bola Israel (IFA) sedang berupaya mendekati sekutunya di Eropa agar voting ini dapat dicegah.

Respon UEFA terhadap Isu Sanksi

Meskipun desakan untuk memberikan sanksi semakin kuat, IFA menyatakan bahwa laporan mengenai upaya mencegah voting adalah tidak akurat. Belum ada kepastian mengenai waktu pemungutan suara ini, meskipun ada rumor bahwa hal itu akan terjadi pada 23 September.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, telah menolak sanksi bagi Israel, dengan menyatakan, "Apa yang bisa seorang atlet lakukan kepada pemerintah mereka untuk menghentikan perang? itu sangat, sangat sulit," yang menyoroti kompleksitas situasi yang ada.

Baca juga: Proses Naturalisasi Calon Pemain Timnas Indonesia Sudah Masuk ke DPR

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ancaman Sanksi untuk Sepak Bola Israel: Desakan Qatar dan Dukungan UEFA

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!