Perjuangan Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026: Kalah Tipis dari Thailand di Final
Timnas Futsal Indonesia harus menunda impian mereka untuk meraih gelar juara Piala AFF setelah kalah tipis 1-2 dari Thailand pada final yang berlangsung Minggu (12/4/26). Indonesia sempat unggul lebih dulu, namun Thailand mampu melakukan pembalikan keadaan di babak kedua.
Baca juga: Persib Bandung Resmi Rekrut Eliano Reijnders dari PEC Zwolle
Gol pertama dicetak oleh Andres Dwi Persada Putra, namun Thailand membalas melaui penalti Itticha Praphaphan dan gol Pannut Kittipanuwong yang mengantarkan mereka meraih trofi juara.
Perjalanan Timnas Futsal Indonesia menuju final Piala AFF 2026 dapat dikategorikan sebagai pencapaian besar. Dengan skuad yang muda, mereka berhasil melampaui target awal menuju semifinal dan membuktikan potensi besar yang mereka miliki.
Meskipun persiapan tim tidak ideal dengan hanya diberikan waktu lima hari untuk berlatih bersama, adaptasi cepat tim asuhan Hector Souto menunjukkan ketangguhan mereka. Mereka mampu mengalahkan beberapa tim kuat dan menunjukkan permainan yang solid sepanjang turnamen.
Baca juga: Kiper Timnas Emil Audero Memimpin Kemenangan Perdana Cremonese di Serie A
Final melawan Thailand menjadi sorotan karena intensitas tinggi di lapangan. Indonesia memulai pertandingan dengan optimisme setelah mencetak gol pertama melalui Andres Dwi Persada Putra, membangkitkan harapan dari para pendukung di tanah air.
Namun, Thailand membalikkan keadaan dengan penalti dari Itticha Praphaphan di babak kedua diikuti oleh gol kemenangan dari Pannut Kittipanuwong. Kemenangan ini menunjukkan ketangguhan Thailand, yang tampil sebagai juara.
Pelatih Hector Souto menyatakan kekecewaannya mengenai hasil akhir, tetapi juga bangga akan performa timnya. Ia mengucapkan selamat kepada Thailand dan menegaskan, 'Kami mendapatkan rasa hormat dari semua orang karena para pemain ini bekerja dengan sangat baik'.
Meski tidak meraih gelar, pencapaian ini diharapkan menjadi momentum positif untuk perkembangan futsal di Indonesia. Dengan sistem pembinaan dan regenerasi yang baik, Indonesia berpeluang kembali bersaing di tingkat Asia dan dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: