Mengapa Aktivitas Fisik Berpengaruh Terhadap Kualitas Tidur
Aktivitas fisik sudah lama diakui memiliki manfaat penting bagi kesehatan, termasuk dalam meningkatkan kualitas tidur. Penelitian baru menunjukkan bahwa olahraga dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan durasi dan kualitas tidur seseorang.
Baca juga: Transfer Alexander Isak ke Liverpool: Langkah Strategis The Reds
Rutin berolahraga tidak hanya membantu kita merasa lebih segar saat bangun, tetapi juga memberikan manfaat biologis yang mendalam bagi kesehatan tidur. Ini menjelaskan mengapa banyak orang merasa tidur mereka lebih nyenyak setelah aktif secara fisik.
Saat melakukan olahraga, tubuh kita melepaskan endorfin yang berfungsi untuk mengurangi stres dan kecemasan. Pengurangan stres ini berkontribusi positif bagi kualitas tidur yang didapat malam hari.
Kenaikan suhu tubuh saat berolahraga juga menjadi faktor penting; ketika suhu tubuh mulai turun, rasa kantuk akan meningkat dan mempercepat kita untuk terlelap.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang rutin dapat meningkatkan waktu tidur dalam fase tidur yang dalam. Fase ini sangat penting untuk pemulihan fisik dan mental.
Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025
Berbagai jenis olahraga, terutama aerobik seperti jogging, bersepeda, atau berenang, telah terbukti meningkatkan kualitas tidur. Aktivitas-aktivitas ini tak hanya membangkitkan kebugaran fisik, tetapi juga membantu mengatur ritme sirkadian tubuh.
Yoga dan latihan pernapasan juga memiliki dampak positif untuk tidur yang lebih baik. Fokus pada pernapasan dalam serta relaksasi dapat mengurangi ketegangan dan stres yang sering mengganggu tidur.
Penting untuk memperhatikan waktu dan intensitas olahraga; berolahraga di pagi atau sore hari biasanya lebih dianjurkan daripada malam hari untuk mencegah gangguan pada siklus tidur.
Sebuah studi di Universitas California menemukan bahwa individu yang melakukan aktivitas fisik selama setidaknya 150 menit per minggu menunjukkan kualitas tidur lebih baik dibandingkan yang tidak aktif. Temuan ini memperlihatkan hubungan signifikan antara kebugaran fisik dan perbaikan tidur.
Dalam jurnal Journal of Clinical Sleep Medicine, penelitian lain menunjukkan bahwa latihan ketahanan maupun aerobik efektif mengurangi masalah tidur pada orang dewasa yang lebih tua. Ini menegaskan bahwa tidak ada batasan usia untuk memanfaatkan olahraga dalam meningkatkan kualitas tidur.
Namun, untuk merasakan manfaatnya, dibutuhkan konsistensi dalam berolahraga. Proses ini tidak instan, dan peningkatan dalam kualitas tidur memerlukan waktu yang lama.
Baca juga: Kiper Timnas Emil Audero Memimpin Kemenangan Perdana Cremonese di Serie A
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: