Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 12:35 WIB

Dampak Media Sosial terhadap Citra Tubuh dan Kesehatan Mental di Indonesia

Author

Dampak Media Sosial terhadap Citra Tubuh dan Kesehatan Mental di Indonesia

Media sosial kini menjadi platform yang sangat berpengaruh dalam pembentukan citra tubuh, terutama bagi mereka yang aktif di dunia kebugaran. Banyak individu merasa tertekan untuk memenuhi standar estetika yang sering kali tidak realistis.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa

Tekanan ini dapat memperburuk masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi, yang semakin marak seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial di Indonesia.

Peran Media Sosial dalam Membentuk Citra Tubuh

Media sosial menyediakan ruang bagi influencer kebugaran untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan bentuk fisik yang ideal. Konten yang mereka sajikan seringkali fokus pada penampilan luar tanpa memberikan konteks yang jelas tentang perjuangan yang mereka lalui.

Desakan untuk memenuhi ekspektasi yang muncul dari gambar-gambar di platform seperti Instagram dan TikTok membuat banyak pengguna merasa harus menyesuaikan diri. Tekanan ini menciptakan anggapan bahwa citra yang mereka lihat adalah standar yang seharusnya dicapai, merugikan kesehatan mental mereka.

Studi mengungkapkan bahwa paparan banyak gambar ideal dapat memperburuk perasaan ketidakpuasan terhadap tubuh. Dampak ini menjadikan media sosial sebagai pedang bermata dua, yang bisa memotivasi tetapi juga merusak kepercayaan diri individu.

Baca juga: Persib Bandung Resmi Rekrut Eliano Reijnders dari PEC Zwolle

Dampak Negatif terhadap Kesehatan Mental

Penelitian menunjukkan bahwa pengguna media sosial yang aktif cenderung mengalami peningkatan gejala kecemasan dan depresi. Ketidakpuasan terhadap penampilan fisik dapat menyebabkan perilaku makan yang tidak sehat atau bahkan mengikuti program kebugaran yang ekstrem.

Organisasi kesehatan dunia, seperti WHO, menekankan pentingnya keseimbangan dalam penggunaan media sosial untuk mencegah dampak negatif. Narasi yang irrealistik di dunia maya seringkali disalahpahami oleh generasi muda.

Beberapa individu merasa terdorong untuk melakukan tindakan ekstrem demi mencapai pencapaian tubuh yang ditampilkan, yang bisa berbuah pada potensi gangguan makan serta masalah kesehatan lainnya ketika mereka menyadari bahwa ekspektasi tersebut tak dapat diraih.

Langkah untuk Mengurangi Tekanan dari Media Sosial

Mengikuti konten yang positif dan mendukung dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi tekanan dari media sosial. Misalnya, memilih akun yang mempromosikan keragaman bentuk tubuh dan kesehatan mental.

Kesiapan untuk memahami realitas di balik foto-foto yang diunggah juga sangat penting. Banyak influencer melakukan pengeditan foto yang menciptakan ilusi tentang tubuh yang sempurna, yang tidak mencerminkan kenyataan.

Mengatur waktu penggunaan media sosial juga bisa membantu mengurangi dampak negatifnya. Dengan menghindari scrolling tanpa tujuan, individu dapat menyediakan waktu untuk aktivitas lain yang lebih positif dan produktif.

Baca juga: Janice Tjen Cetak Sejarah di US Open 2025 dengan Mengalahkan Veronika Kudermetova

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU