Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah mengumumkan rencana pembangunan pusat pelatihan olahraga yang lebih luas dari Gelora Bung Karno (GBK) untuk pengembangan atlet jangka panjang.
Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025
Pernyataan tersebut disampaikan saat Prabowo melepas kontingen Indonesia untuk mengikuti Sea Games ke-33 di Thailand, pada Jumat, 5 Desember 2025, di Istana Negara.
Pusat Pelatihan Olahraga yang Ambisius
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa pusat olahraga baru tersebut akan memiliki luas minimal 500 hektare, dilengkapi dengan fasilitas berstandar internasional.
"Saya sudah merencanakan kita akan bangun pusat olahraga yang besar. Saya minta sekitar minimal 500 hektare, pusat olahraga itu. Nggak ada pusat olahraga yang 5 hektare, 8 hektare, di situ nanti kita bangun state of art," jelas Prabowo.
Saat ini, kompleks olahraga terbesar di Indonesia adalah Gelora Bung Karno, yang memiliki luas 279,1 hektare dengan berbagai fasilitas termasuk stadion utama dan kolam renang akuatik.
Pembangunan pusat pelatihan ini ditujukan untuk membina atlet sejak usia dini, sehingga Indonesia dapat melahirkan banyak atlet berprestasi yang siap bersaing di level dunia.
Strategi Pembinaan Atlet Muda
Prabowo meyakini bahwa dengan pembinaan yang tepat sejak dini, Indonesia akan mampu menghasilkan banyak atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa.
Baca juga: Miliano Jonathans Siap Bela Timnas Indonesia Setelah Proses Pemindahan Kewarganegaraan
Beliau menjelaskan, "Kita kirim anak-anak kita ke mana saja untuk belajar, kita datangkan pelatih-pelatih terbaik, dan kita akan bina dari usia dini. Kita didik dari 8 tahun, kita akan bikin pembinaan pusat latihan jangka panjang."
Rencana ini mencerminkan komitmen Presiden untuk tidak hanya mengejar medali emas pada ajang kompetisi, tetapi juga untuk menciptakan generasi atlet yang kuat.
Prabowo juga menyebutkan potensi besar dari total populasi Indonesia yang mencapai 300 juta, yang diharapkan dapat menghasilkan banyak atlet berbakat.
Koordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mendukung rencana Presiden dengan mengatakan bahwa pusat pelatihan ini akan mempersiapkan Indonesia dalam 21 cabang olahraga untuk mendapatkan lebih banyak medali emas di berbagai kompetisi.
Ia menambahkan, "Jadi nanti kita akan lakukan sesuai arahan bapak, pelatnas itu bisa 1 tahun, 2 tahun pak untuk olimpiade tahun 2028 di Los Angeles (Amerika Serikat)."
Tujuan pelatihan nasional (Pelatnas) ini adalah untuk memberikan waktu yang cukup bagi atlet dalam persiapan menuju kompetisi internasional.
Dengan rencana ini, diharapkan Indonesia dapat bersaing lebih baik di arena olahraga internasional dalam beberapa tahun mendatang.
Baca juga: Juventus Mengawali Musim Serie A 2025/2026 dengan Kemenangan atas Parma
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: