Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 13:51 WIB

Persiapan Ketat SEA Games 2027 dan Perlindungan Masa Depan Atlet

Author

Persiapan Ketat SEA Games 2027 dan Perlindungan Masa Depan Atlet

Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Erick Thohir, mengungkapkan persiapan intensif dalam menghadapi SEA Games 2027 di pertemuan dengan Menpora Malaysia, Muhammed Taufiq Johari, pada Selasa (10/2/2026). Pertemuan ini juga mempertimbangkan program dana pensiun untuk atlet sebagai model pengembangan olahraga di kedua negara.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Malaysia, selaku tuan rumah, menargetkan posisi juara umum yang akan menambah ketatnya kompetisi di SEA Games mendatang. Erick menegaskan, meskipun persaingan tinggi, semangat atlet Indonesia tetap tidak surut.

Persiapan SEA Games 2027

Erick Thohir menjelaskan bahwa tingkat kompetisi di SEA Games 2027 akan sangat tinggi. Ia menyatakan, "Kita harus akui SEA Games 2027 akan sangat kompetitif. Tetapi hal ini tidak membuat kami ciut."

Persiapan atlet Indonesia telah dimulai sejak awal tahun 2026 sebagai bentuk komitmen untuk menghadapi persaingan yang ada. Ia juga menghimbau negara-negara peserta untuk menampilkan atlet terbaik.

Erick menambahkan, "Kita harus dorong atlet terbaik yang tampil. Penonton semakin banyak, semakin viral. Kita tunjukkan kehebatan atlet Asia Tenggara pada dunia," menekankan kualitas atlet yang akan berdampak positif pada daya saing.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Berdarah Campuran AS-Indonesia di MLS

Studi Banding Program Dana Pensiun Atlet

Di dalam pertemuan ini, Erick juga membahas pentingnya perlindungan bagi masa depan atlet dalam pembangunan olahraga nasional. Ia menganggap skema dana pensiun yang ada di Malaysia dapat menjadi model untuk Indonesia.

Ia mengungkapkan, "Bukan hanya prestasi, kita juga harus memikirkan masa depan atlet." Menurutnya, keberlangsungan karier atlet setelah kompetisi adalah hal yang vital.

Dengan mengkaji program yang diterapkan di Malaysia, diharapkan Indonesia dapat menerapkan sistem serupa untuk memberikan jaminan finansial bagi atlet setelah menyelesaikan karier kompetitif mereka.

Penguatan Kerja Sama dalam Olahraga

Pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama dalam peningkatan prestasi olahraga dan pengembangan karakter pemuda. Kerja sama ini untuk memberikan dampak positif bagi kedua negara.

Erick dan Taufiq Johari sepakat untuk saling bertukar informasi dan strategi untuk mengembangkan olahraga masing-masing. Kesepakatan ini penting dalam menciptakan sinergi antarpengelola olahraga di Asia Tenggara.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan ada peningkatan signifikan tidak hanya untuk atlet saat ini, tetapi juga bagi generasi atlet di masa depan.

Baca juga: Putri Kusuma Wardani Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU