Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 14:00 WIB

Cara Cerdas Menjaga Energi Selama Puasa di Bulan Ramadan

Author

Cara Cerdas Menjaga Energi Selama Puasa di Bulan Ramadan

Puasa di bulan Ramadan membawa tantangan tersendiri bagi pola makan dan aktivitas sehari-hari. Mempertahankan energi dari sahur hingga berbuka menjadi penting untuk mendukung kesehatan dan produktivitas.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Taylor Fritz

Kualitas makanan saat sahur dan hidrasi yang tepat berperan besar dalam menjaga stamina sepanjang hari. Dengan pengaturan yang baik, puasa bisa dijalani dengan penuh semangat.

Pentingnya Makanan Sehat saat Sahur

Makanan yang dikonsumsi saat sahur perlu kaya nutrisi untuk mendukung aktivitas sepanjang hari. Sumber karbohidrat seperti nasi, roti, atau oatmeal dapat memberikan energi yang bertahan lama.

Selain karbohidrat, protein juga memiliki peran penting dalam memperbaiki jaringan tubuh. Konsumsi telur, yogurt, atau kacang-kacangan dapat membantu menjaga kenyang lebih lama.

Menambahkan sayuran dan buah-buahan segar sangat dianjurkan. Sayuran dengan kadar air tinggi dapat membantu hidrasi yang dibutuhkan tubuh.

Baca juga: Timnas Putri Indonesia U-16 Kalah dari Australia di Semifinal Piala AFF Putri U-16 2025

Strategi Hidrasi Selama Puasa

Hidrasi yang cukup sangat penting untuk menjaga energi tubuh. Saat berpuasa, tubuh kehilangan cairan, sehingga perhatian terhadap asupan cairan saat sahur dan berbuka menjadi krusial.

Sebaiknya, konsumsi minimal delapan gelas air dari saat berbuka hingga sahur. Air mineral atau air yang dicampur sedikit perasan lemon bisa menjadi pilihan yang baik.

Sebaiknya hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh secara berlebihan, karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan berpotensi menyebabkan dehidrasi.

Mengatur Aktivitas Selama Puasa

Mengatur waktu dan intensitas aktivitas fisik sangat penting saat berpuasa. Disarankan untuk melakukan kegiatan fisik ringan seperti berjalan santai menjelang waktu berbuka.

Hindari kegiatan berat yang menguras tenaga, seperti olahraga intensif, pada siang hari. Aktivitas berat lebih baik dilakukan di malam hari setelah berbuka puasa.

Merencanakan jadwal istirahat yang cukup juga menjadi strategi yang penting. Dengan cara ini, tubuh dapat memulihkan tenaga menjelang waktu sahur.

Baca juga: Liverpool Raih Kemenangan Dramatis atas Newcastle di Premier League

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU